Peluang Wirausaha Mandiri melalui Diversifikasi Olahan Kelapa

Main Article Content

Jumarniati Jumarniati
Muhammad Rusli Baharuddin
Wakifatul Hisani

Abstract

Abstrak

Mitra dalam PKM ini adalah Kelompok Tani Kelapa Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang membudidayakan tanaman kelapa dan mengolahnya menjadi Kopra. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu rendahnya nilai jual kelapa dan olahan kelapa (Kopra) belum mampu mengangkat perekonomian petani serta keberadaan limbah kelapa berupa air kelapa, pelepah dan daun yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan menjadi sarang hama. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pelaksana menawarkan alternatifik solusi berupa Prospek Wirausaha Mandiri melalui Diversifikasi Olahan Kelapa. Bentuk kegiatan dari PKM Petani Kopra ini adalah Pendampinagn Pembuatan dan Pemanenan Nata de Coco dan Pelatihan Kewirausahaan dan Pengemasan Produk. Target Luaran dari kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan mitra dalam membuat nata de coco Pengemasan produk, manajemen pemasaran dan dasar-dasar akuntasi keuangan. Selain itu, lahir wirausaha baru skala home industry berbasis potensi daerah dan meningkatnya pendapatan petani kelapa.

Kata Kunci: Limbah Kopra, Wirausaha Mandiri, Nata de Coco

 

Abstract

Partners in the Community Partnership Program are the Coconut Farmers Group in Bone-Bone District, North Luwu Regency, South Sulawesi, which cultivates coconut plants and processes them into Copra. Processed palm oil has not been able to lift farmers by using coconut water, midribs and leaves that cause environmental pollution and become a den of pests. Based on these considerations, the implementation team offered an alternative solution in the form of an Independent Entrepreneurial Prospect through Processed Coconut Diversification. The form of activities of the Copra Farmers Community Partnership Program is the Nata de Coco Production and Harvesting Assistant and Entrepreneurship and Product Packaging Training. The target of the output of this Community Partnership Program activity is to increase the knowledge of Partners in making nata de coco Product packaging, marketing management and the basics of financial accounting. In addition, a home-based industry scale entrepreneurship was based on regional potential and coconut farmers income allocation

Key Word: Copra Waste, Independent Entrepreneur, Nata de Coco

Article Details

Section

Articles

References

Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana. 2015. Materi Rapat Pemberdayaan Perempuan 2015. Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Baharuddin, M. R., Hidayati, G. S., & Amir, B. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Marannu melalui Pertanian dan Peternakan Terintegrasi dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten Pinrang Sebagai Poros Utama Pemenuhan Pangan Nasional. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 1(2), 99-104.

Damanik, S. (2015). Strategi pengembangan agribisnis kelapa (Cocos nucifera) untuk meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Perspektif, 6(2), 94-104.

FAO . 2018. The State of World Fisheries and Aquaculture 2018 - Meeting the sustainable development goals. Rome.

Hakimi, R., & Budiman, D. (2012). Aplikasi Produksi Bersih (Cleaner Production) Pada Industri Nata De Coco. Jurnal Teknik Mesin, 3(2), 89-98.

Heldman DR, Singh RP. 2013. Introduction to Food Engineering. Edisi 5. London: Academic Press.

Jumarniati, J., Saruman, S. H., & Baharuddin, M. R. (2019). Perempuan Penjual Pecel Lamasi, Kecamatan Lamasi, Kab. Luwu Sulawesi Selatan Sebagai Pilar Ekonomi Keluarga. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 105-110.

Kasmad , R. Kebijakan Pemerintah dan Pemberdayaan Masyarakat: Studi Kasus Program Gernas Kakao di Luwu Utara.

Nurhayaty N, Lisdiyanti P, Winarni. 2006. Studi Mikroflora pada Proses Fermentasi Nata de coco Santan dan Air Kelapa. Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong.