Pemberdayaan Ibu-Ibu Posyandu Sentolo Lor Melalui Edukasi Bahaya Pembalut dan Ecoliteracy: Upaya Preventif Permasalahan Kesehatan Reproduksi & Lingkungan

Main Article Content

Anindita Imam Basri
Siti Nur Utaminingsih
Valsa Ayunda Tisya

Abstract

Abstrak

Pembalut merupakan kebutuhan primer bagi setiap perempuan yang telah mengalami masa pubertas. Namun, banyak kalangan wanita yang tidak terlalu memperdulikan personal hygiene pada saat penggunaan pembalut sekali pakai, sehingga berisiko terhadap kesehatan organ reproduksi. Berdasarkan hasil observasi di Dusun Sentolo Lor, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. masih banyak remaja dan ibu-ibu yang utamanya belum mengetahui dan memahami bahaya pemakaian pembalut sekali pakai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahaya pembalut sekali pakai, cara menjaga personal hygiene, dan mengajak mitra untuk beralih ke pembalut ramah lingkungan. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu penyuluhan (ceramah), diskusi, tanya jawab, serta evaluasi program. Hasil evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari setiap indikator setelah edukasi dilaksanakan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini telah berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Dusun Sentolo Lor.

Kata Kunci: Pemberdayaan, Posyandu, Pembalut, Personal Hygiene.

 Abstract

Sanitary napkins are a primary need for every woman who has experienced puberty. However, many women do not really care about personal hygiene when using disposable sanitary napkins, so it poses a risk to the health of the reproductive organs. Based on the results of observations in Sentolo Lor Hamlet, Sentolo District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region Province. there are still many teenagers and mothers who mainly do not know and understand the dangers of using disposable sanitary napkins. This activity aims to raise awareness of the dangers of single-use sanitary napkins, how to maintain personal hygiene, and invite partners to switch to environmentally friendly sanitary napkins. The implementation method used is counseling (lecture), discussion, question and answer, and program evaluation. The results of the program evaluation showed a significant increase in each indicator after the education was implemented. Thus, this service activity has succeeded in improving the quality of human resources in Dusun Sentolo Lor.

Key Word: Empowerment, Posyandu, Sanitary Napkins, Personal Hygiene.

Article Details

Section

Articles

References

Ardiyanti, & Pramitasari, R. (2019). Ecoliteracy Penggunaan Pembalut Wanita Ramah Lingkungan Kelompok PKK Dusun Panggang, Argomulyo, Sedayu. Seminar Hasil Pengabdian Masyarakat, November, 73–78.

Ariyanti, R., Preharsini, I. A., & Sipolio, B. V. (2020). Edukasi Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hipertensi Pada Lansia. To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 74–82. https://doi.org/10.35914/tomaega.v3i2.369

Hasan, A. (2006). Dampak penggunaan klorin. J. Tek. Lingk. P3TL-BPPT, 7(1), 90–96. http://ejurnal.bppt.go.id/ejurnal2011/index.php/JTL/article/view/456/472

Julina. (2012). Analisis Perilaku Konsumen Perempuan Terhadap Kesehatan Reproduksi Dan Perilaku Penggunaan Pembalut. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 11(1). https://doi.org/10.24014/marwah.v11i1.498

Karout, N. (2015). Knowledge and beliefs regarding menstruation among Saudi nursing students. Journal of Nursing Education and Practice, 6(1), 23–30. https://doi.org/10.5430/jnep.v6n1p23

Nasution, S., Naria, E., & Marsaulina, I. (2012). Analisa kandungan klorin (Cl2) pada beberapa merek pembalut wanita yang beredar di pusat perbelanjaan di kota medan. 39(472), 566–571.

Nur, A., Valensia, Y., & A Lobo, M. Y. (2021). Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Sumber Protein Untuk Meningkatkan Status Gizi Balita Di Kampung Nelayan Oesapa Kupang. To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 170–178. https://doi.org/10.35914/tomaega.v4i2.742

Phonna, R., Diba, F., Yuswardi, & Maulina. (2018). Upaya Menjaga Kebersihan Saat Menstruasi Pada Remaja Putri. Idea Nursing Journal, 9(2), 14–20.

Pristya, T. Y. R., & Amalia, R. (2021). Edukasi Dengan Media Leaflet Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pembalut Kain. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 3(2), 339–345. https://doi.org/10.24912/jbmi.v3i2.9428

Ristanti, A. D., & Masita, E. D. (2021). Peran Kader dalam Mendorong Pemberian ASI di Masa Pandemi Covid-19. To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 47–54. https://doi.org/10.35914/tomaega.v4i1.474

Rosyida, D. A. C., Hidayatunnikmah, N., & Marliandiani, Y. (2021). Pendampingan Penerapan Pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk Ibu dan Balita Guna Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak. To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 187–195. https://doi.org/10.35914/tomaega.v4i2.744

Siahaan, S. C. P., Yuwono, N., Susanto, & Pristiwanto, N. (2021). Pendidikan Dini Prinsip Edukasi Kesehatan Gizi Seimbang melalui metode Kids Play and Care. To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 179–186. https://doi.org/10.35914/tomaega.v4i2.743

Susanti, E. M., & Wijaya, P. S. (2018). Perbedaan Penggunaan Pembalut Dan Pantyliner Jenis Biasa, Herbal, Dan Kain Dengan Kejadian Keputihan. Indonesia Jurnal Kebidanan, 2(1), 31. https://doi.org/10.26751/ijb.v2i1.427

Zamani, I. S., Husna, L. A., & Yulianingtyas, A. (2012). Pembalut Wanita Ramah Lingkungan Dan Beretika. Prosiding Elektronik (e-Proceedings) PIMNAS, 1–5.