Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Rakyat pada Guru Bahasa Indonesia SMA Sekalimantan Tengah
Main Article Content
Abstract
Keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa lainnya. Dalam keterampilan menulis tentunya bersifat produktif. Keterampilan ini dipandang menduduki hierarki yang paling rumit dan kompleks di antara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya, mengingat aktivitas menulis bukanlah sekadar hanya menyalin kata-kata dan kalimat-kalimat; melainkan menuangkan dan mengembangkan pikiran-pikiran, ide, dalam suatu struktur tulisan yang teratur, logis, sistematis, sehingga mudah ditangkap oleh pembacanya. Oleh karena itu, dalam keterampilan menulis cerita rakyat ini perlu adanya bimbingan khusus. Dalam kegaitan pengabdian kepada masyarakat ini tim berusaha memberikan pelatihan dan bimbingan keterampilan menulis kepada guru-guru Kalimantan Tengah mengingat minimnya bahan bacaan khususnya yang berkaitan dengan budaya lokal. Selain itu, minimnya karya tulis hasil guru-guru bahasa dan guru muatan lokal sehingga melahirkan kepedulian bagi tim pengabdian kepada masyarakat untuk membentuk komunitas penulis lokal khususnya penulis Cerita Rakyat Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan ialah pelatihan terbimbimbing kepada guru-guru bahasa yang ada di kota Palangka Raya, baik guru SMA/MA/SMK. Pelatihan ini dikemas dalam bentuk workshop dan pendampingan. Adapun hasil dari kegiatan memperoleh 13 cerita rakyat yang ada di Kalimantan Tengah yang ditulis oleh penulis lokal, yaitu guru-guru Bahasa Indonesia yang ada ada di Kalimantan Tengah.
Article Details
Section
References
Danandjaja, J. (1984). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng dan lain-lain. Grafiti Pers.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan Iain-lain. Grafiti.
Djamaris, E. (1996). Nilai Budaya dalam Beberapa Karya Sastra Nusantara. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Effendi, R. (2011). Sastra Banjar. Scripta Cendekia.
Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk dan Fungsi. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk dan Fungsi, 1–298. http://staff.uny.ac.id/sites /default/files/penelitian/dr-suwardi-mhum/folklor-nusantaradamicetak.pdf
Fitroh, S. F. (2015). Dongeng Sebagai Media Penanaman Karakter Pada Anak Usia Dini. Universitas Trunojoyo Madura, 2, 76–149.
Gusal, L. O. (2015). Nilai-Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara Karya La Ode Sidu. Jurnal Humanika, 15 (3), 1–18. http://ojs.uho.ac.id/index.php /HUMANIKA/article/view/611
Handayani, V. T. (2019). Dongeng Sebagai Stimulan Awal Peningkatan Minat Baca Bagi Siswa Paud Bunda Hajar Jatinangor. Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal, 2(1), 13–18. https://doi.org/10.33330/jurdimas.v2i1.280
Kasnawi, M. T., & Asang, S. (2009). Materi pokok perubahan sosial dan pembangunan. Universitas Terbuka.
Lastaria. (2017). Nilai Budaya dalam Legenda Kapuas (Cultural Values in Legend Kapuas). 9–18. http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/jhm/article/view/482
Lastaria. (2019). Satra Lisan dan Nilai Budaya Dayak Ngaju. In Karyanti (Ed.), K-Media (1st ed.). K-Media.
Siddik, M. (2016). Dasar-dasar Menulis. Tunggal Mandiri Publishing.
Suparno. (2008). Keterampilan Dasar Menulis. Universitas Terbuka.
Tarigan, H. G. (2008). Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa.
Widodo, S. E. (2008). Foklor Jawa di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo dan Sumbangannya Terhadap Pelestarian Lingkungan. Perpustakaan Nasional RI.