PENINGKATAN AKSES JALAN UNTUK MENUNJANG DISTRIBUSI HASIL PRODUKSI KOTA TERPADU MANDIRI (KTM) AIR TERANG KABUPATEN BUOL
PDF

Keywords

CTAM
Aspal
Prosedur Marshall

DOI

https://doi.org/10.51557/pt_jiit.v1i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menjelaskan potensi kawasan Kota Terpadu Mandiri Air Terang terhadap permintaan pergerakan transportasi, (2) merumuskan strategi pengembangan jaringan jalan untuk menunjang distribusi hasil produksi pada kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Air Terang. Penelitian yang digunakan adalah studi kasusdengan pendekatan metodepenelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif, untuk melihat secara umum wilayah studi dan bertujuan menggambarkan secara sistematis, cermat dan akurat dalam menganalisis potensi sumber daya alam wilayah, mengidentifikasi kondisi jaringan jalan serta penyediaan prasarana jalan sebagai faktor penting yang akan berpengaruh pada tingkat pencapaian fungsi Kota Terpadu Mandiri (KTM) Air Terang Kabupaten Buol. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis LQ, Skalogram dan SWOT. Hasil analisa dan pembahasan menunjukkan bahwa prasarana transportasi di Kabupaten Buol belum terpadu, efektif dan efisien dalam menunjang pengembangan wilayah transmigrasi yang diprogramkan oleh
kementeriantransmigrasi dan pedesaan melalui program pengembangan Kota Terpadu Mandiri. Jaringan jalan arteri dan kolektor sebagai prasarana transportasi yang menghubungkan antar wilayah kecamatan belum berfungsi dengan baik dalam mendistribusi hasil produksi kepusat distribusi dimana kondisi jalan sebagian besar mengalami rusak berat sehingga perlu penanganan yang serius oleh pemerintah daerah Kabupaten Buol. Strategi pengembangan jaringan jalan yang perlu diprioritaskan adalah pembangunan/pemeliharaan jaringan jalan menuju kawasan-kawasan potensial untuk menunjang pertumbuhan dan pengembangan wilayah, serta peningkatan sarana transportasi dalam
mendukung mobilitas penduduk sehingga potensi sumberdaya alam dapat dimafaatkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi yang ada di Kabupaten Buol.
PDF

References

Adisasmita, R., 2008. Traansportasi dan Pengembangan Wilayah. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Buol, 2010.Buol Dalam Angka. Departemen Kimpraswil, 2004. Pengembangan Indikator Efektifitas Pelaksanaan Program Prasarana Wilayah, Jakarta.

Jinca, M. Y., 2007. Dasar-Dasar Transportasi. Bahan Kuliah Fakultas Teknik

Universitas Hasanuddin, Makassar.

Jinca, M. Y. dkk., 2002. Perencanaan Transportasi.kerjasama Fakultas Teknik Unhas Makassar, dengan Pusat Penddikan Keahlian Teknik BPSDM Departemen Prasarana Wilayah, Bandung.

Jinca, M. Y., 1999. Sistem dan Teknik Transportasi. Bahan Kuliah Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar.

Keputusan Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 534/KPTS/M/2001, Tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), Jakarta

Miro, F., 2005. Perencanaan Transportasi. Erlangga, Jakarta.

Munawar, A., 2005. Dasar-Dasar Teknik Transportasi. Beta Offset, Yogyakarta.

Morlok, E. K., 1995. Pengantar Teknik Perencanaan Transportasi. Terjemahan oleh Hainim,J.K.,Erlangga,Jakarta