Abstract
Kawasan Pelabuhan sebagai pintu gerbang untuk masuk dan keluar dan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki nilai yang cukup strategis sehingga pengembangan dan pemanfaatan ruang kawasan tersebut harusnya memberi nilai Iebih bagi masyarakat Kabupaten Penajam. Sebagai jalur lintasan trans Kalimantan, kawasan Pelabuhan Penajam memiliki peran penting dalam sirkulasi pergerakan penduduk dan barang balk antar kota dalam wilayah propinsi Kalimantan Timur atau antar kota yang memiliki kedekatan fisik wilayah, sehingga kawasan tersebut menjadi entri point bagi Kabupaten Penajam Paser Utara. Namun penataan kawasan mi belumlah optimal, hal mi dikarenakan keberadaankawasan pemukiman atas air yang terkesan kumuh dan tidak sehat. Permasalahan lain adalah kurangnya ruang publik di Penajam juga menjadi salahsatu masalah tersendiri. Selain itu, masyarakat Penajam tidak memiliki onientasi yang jelas juga tidak mengenali identitas yang jelas terhadap suatu tempat dan keselarasan hubungan dengan tempat- tempat lain di Kota Penajam. Perencanaan ini dilakukan dengan beberapa kajian pustaka sebagai landasan untuk merencanakan kawasan pelabuhan yang dimaksud serta landasan-landasan untuk pembuatan konsep. Analisis yang digunakan dalam perencanaan mi adalah analisis potensi dan masalah, analisis karakteristik pantai, analisis kebutuhan
ruang public, Analisis citra kawasan, analisis kelayakan pelabuhan, Analisis kebutuhan lahan parkir, analisis jumlah penumpang dan kendaraan pelabuhan ferry, dan analisis kelayakan permukiman kumuh. Output utama dalam perencanaan ini adalah konsep penataan pelabuhan, perencanaan ruang publik (public space), dan penataan permukiman dengan konsep utilitas terpadu.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser Utara. 2009. Kecamatan Penajam Dalam Angka 2009.
Dahuri, Rokhmin dkk. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Wllayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramita; Jakarta.
Darmawati. 1997. Perancangan Kawasan tepian Air (Studi Kawasan tepian Air di Negara Maju dan Pengembangan Tepian Air di Kotamadya Ujung
Pandang). Skripsi Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Pranita, Ian. 2010. Identifikasi Karakteristik Ruang Terbuka Hijau Di Kota-Kota Pantai Indonesia (Studi Kasus Kota Padang, Denpasar Dan Makassar)
Departemen Arsitektur Lansekap Fakultas Pertanian Institut Pertanian
Bogor.
PSDAL UNHAS dan Direktorat Bina Tata Perkotaan dan Pedesaan Departemen Pekerjaan Umum, (1997), Tipologi Pengembangan Kawasan Pesisir Pantai.
Rhomaidhi. 2008, Pengelolaan Sanitasi Secara Terpadu Sungai Widuri: Studi Kasus Kampung Nitiprayan Yogyakarta. Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Taringan, Robinson. 2006. Perencanaan Pembangunan Wilayah . Jakarta . Bumi Aksara.
Triatmodjo,Bambang, Dr.,lr.1992. Pelabuhan, bahan Kuliah Fakultas Teknik
Universitas Gajah Gada.
Yunus, H. Sabari. 2000. Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta. Pustaka Pelajar
