Upaya Pengenalan OPT Penting Tanaman Padi dan Penggunaan Pestisida Secara Bijaksana di Desa Bontosunggu Kabupaten Gowa

Main Article Content

Amanda Patappari Firmansyah
Kasifah Kasifah
Dewi Sartika

Abstract

Masyarakat di Desa Bontosunggu mayoritas bekerja sebagai petani tanaman padi dengan kendala utama berupa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Selama ini pengendalian yang mereka lakukan dengan penggunaan pestisida sintetik, namun belakangan ini cara tersebut dinilai kurang efektif. Berdasarkan observasi awal diperoleh informasi mengenai kurangnya pengetahuan petani mengenai OPT tanaman padi sehingga pengendaliannya tidak tepat sasaran dan penggunaan pestisida yang tidak bijaksana sehingga terjadi kekebalan OPT dan rusaknya lingkungan sekitar. Pemecahan masalah dilakukan dengan melakukan penyuluhan mengenai OPT penting tanaman padi, diskusi atau dialog, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan pestisida yang baik dan benar. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari petani yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan saat diskusi, dan kemampuan petani dalam mengukur pestisida sesuai petunjuk pada kemasan.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Amanda Patappari Firmansyah, Jurusan Agroteknologi, Universitas Muhammadiyah Makassar

Program studi agroteknologi, fakultas pertanian, universitas muhammadiyah makassar. Mengampu mata kuliah perlindungan tanaman, agroekologi, dan teknologi pengendalian OPT

Kasifah Kasifah, Universitas Muhammadiyah Makassar

Lecturer for Agrotechnologi deparment in Muhammadiyah University

Dewi Sartika, Universitas Muhammadiyah Makassar

Lecturer for Agribussiness deparment in Muhammadiyah University

References

Anggoro, N. (2004). Respon Petani Terhadap Program Konservasi Tanah di Kabupaten Klaten. Universitas Gadjah Mada. Skripsi

Dadang. (2006). Pengenalan Pestisida dan Teknik Aplikasinya. Makalah ini Disampaikan pada Workshop Hama dan Penyakit Tanaman Jarak (Jatropha curcas Linn.) “Potensi Kerusakan dan Teknik Pengendaliannyaâ€. Bogor 5-6 Desember 2006.

Djojosumarto, P. (2008). Panduan Lengkap Pestisida & Aplikasinya. Penerbit AgroMedia.

Hasanuddin, A. (2009). Status Tungro di Indonesia: Penelitian dan Strategi Pengelolaan Kedepan. Disampaikan pada orasi purnabakti Puslitbang, Bogor 31 Maret 2009.

Mahyuni, E. L. (2015). Faktor Risiko Dalam Penggunaan Pestisida Terhadap Keluhan Kesehatan Pada Petani Di Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Kesmas 9(1), 79-89.

Manueke, J., Assa, B. H. dan Pelealu E A. (2017). Hama-Hama Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Di Kelurahan Makalonsow Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa. Eugenia 23(3), 120-12.

Pangihutan, S. J. C. dan Manalu D. S. T. (2019). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Petani Dengan Penggunaan Pestisida Di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Petanian 14(1), 7-17.

Ridwan, M. (2017). Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Dengan Gejala Keracunan Pada Penyemprot Pestisida Di Desa Pematang Cermai Kabupaten Serdang. Universitas Sumatera Utara Medan. Skripsi.

Semangun, Haryono. (2001). Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sudewi, S., Ala, A., Baharuddin, dan Farid, M. (2020). Keragaman Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pada Tanaman Padi Varietas Unggul Baru (VUB) dan Varietas Lokal Pada Percobaan Semi Lapangan. Jurnal Agrikultura 31(1), 15-24