Peningkatan Kapasitas Petani Malangke : Penyuluhan dan pendampingan Teknik Budidaya Tanaman, Manajemen Agribisnis dan Kelembagaan
Main Article Content
Abstract
Pemahaman dan penerapan teknik budidaya tanaman jeruk Malangke oleh petani masih sangat rendah. Karenanya perlu dilakukan peningkatan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pendampingan. Tujuan kegiatan ini meningkatankan kapasitas petani pada aspek teknik budidiaya berdasarkan Standar operasional Prosedur (SOP) pada lingkungan lokal, manajemen agribisnis dan kelembagaan desa. Kegiatan ini dilaksanakan sejak bulan Agustus sampai Oktober 2022. Kegiatan ini diawali dengan penyusunan Modul Standar operasional Prosedur (SOP) budidaya tanaman jeruk Malangke. Kemudian dilakukan penyuluhan dan pendampingan. Penyuluhan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kapasitas petani yang dilakukan sebelumnya. Hasil evaluasi pasca penyuluhan menunjukkan bahwa petani mulai melakukan perbaikan lahan sebelum dan setelah penanaman, seperti pemberian kapur, dan pemangkas perbaikan tajuk. Namun demikian, masih ada kebiasaan kebiasaan yang masih belum bergeser dari kebiasaan lama dan pengalaman turun temurun seperti penjarangan buah. serta persiapan panen dan pascapanen.
Article Details
Section
References
Ahrazem O, Rubio-Moraga A, Berman J, Capell T, Christou P, Zhu C dan Lourdes G omez G. 2016. The carotenoid cleavage dioxygenase CCD2 catalysing the synthesis of crocetin in spring crocuses and saffron is a plastidial enzyme. New Phytologist. 209: 650–663.
Amor, M.B., M. Guis, A. Latache, M. Bouzayen, J.C. Pech, J.P. Roustan (1998). Expression of an antisense 1-aminocyclopropane-1-carboxylate oxidase gene stimulates shoot regeneration in Cucumis melo. Plant Cell Rep. 17:586-589.
Arzam, TS1, Hidayati, I, Poerwanto, R, Purwanto, YA (2015). Precooling dan Konsentrasi Etilen dalam Degreening untuk Membentuk Warna Orange Kulit Buah Jeruk Siam J. Hort. Vol. 25 No. 3,: 257-265.
Barry HG dan Wyk AAV. 2005. Low-temperature cold shock may induce rind colour development of ‘Nules Clementine’ mandarin (Citrus reticulata Blanco) fruit. Postharvest Biology and Technology. 40:pp.82-88.
BPTP (2022). Pengenalan penyakit CVPD pada tanaman jeruk dan upaya penggendaliannya.
Bruno M, Hofmann M, Vermathen M, Alder A, Beyer P, Al-Babili S (2014). On the substrate- and stereospecificity of the plant carotenoid cleavage dioxygenase 7. FEBS. 588.1802–1807.
Bruno M, Koschmieder J, Wuest F, Schaub P, Mirjam Fehling-Kaschek M, Timmer J, Beyer P and Al-Babili S (2016). Enzymatic study on AtCCD4 and AtCCD7 and their potential to form acyclic regulatory metabolites. Journal of Experimental Botany, Vol. 67, No. 21 pp. 5993–6005.
Fanciullino A. L, Cercos M, Mayer CD, Froelicher Y, Talon M, Ollitrault P dan Morillon R (2006). Carotenoid diversity in cultivated citrus is gighly influenced by genetic factors. Journal Agricultural of Food Chemestry. Washington DC.
Jomori M.L.L, Sestari, Terra F, Chiou D dan Klauge R. 2010. Degreening of ‘Murcott’ tangor with ethapon treatments. Proc. IV International Postharvest Symposium.Acta Hort. 877.
Ladaniya MS. 2008. Citrus Fruit.Biology, Technology and Evaluation. Principal Scientist (Horticulture). ICAR Research Complex for Goa.Ela, Old Goa 403 402. Goa, India.
Sdiri S, Navarro P, MonterdeA, Benabda, Jdan Salvador,A 2012. New degreening treatments to improve the quality of citrus fruit combining different periods with and without ethylene exposure.Postharvest Biologi and Technology. 63. 25-32
Sudirman, H dan Basri, A. Dampak sosial ekonomi pengembangan jeruk keprok selayar(studi kasus di kelurahan bontolangkasa,kecamatan bissappu,kabupaten bantaeng). Jurnal Agrisistem, Juni 2013, Vol. 9 No.1. ISSN 2089-0036