Penerapan Agens Hayati dan Pemulsaan untuk Mengelolah Penyakit Tanaman Tomat pada Kelompok Tani Sayuran di Desa Wolasi
Main Article Content
Abstract
Tomat memiliki nilai ekonomi yang cukup baik sehingga cukup menartik petani untuk membudidayakannya. Selain itu mengandung vitamin C yang cukup tinggi yang berfungsi untuk mencegah berbagai penyakit seperti sehatan gigi dan gusi, mempercepat sembuhnya luka serta mencegah kerusakan atau pendarahan pada pembuluh darah. Namun permasalahan yang dihadapi oleh petani tomat di Wolasi adalah gangguan penyakit yaitu penyakit hawar daun tomat. Transfer teknologi tepat guna Trichoderma sp., pemulsaan, dan cara budidaya yang baik sebagai solusi. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan level keberdayaan mitra di dalam mengendalikan penyakit hawar daun tomat. Metode yang digunakan adalah ceramah/diskusi, teknik aplikasi Trichoderma sp. plus bahan organik fermentasi, dan cara pengolahan dan pemupukan yang baik. Transfer TTG tersebut dilakukan pada demplot berukuran 30 × 40 m persegi, sekaligus sebagai media pembelajaran bagi tim pelaksana, mitra dan mahasiswa MBKM. Mitra mampu mengaplikasikan Trichoderma sp sebelum piundah tanam dan pemulsaan serta cara budidaya yang baik. Peningkatan level pengetahuan dan keterampilan mitra terlihat pada produksi tomat yang dihasilkan. Bukan hanya secara kualitas baik, tetapi juga secara kuantitas. Buah tomat cukup besar dan rata-rata jumlah buah tomat adalah 14 buah/2 kg. Sebanyak 350 kg telah dipanen oleh mitra pada populasi sekitar 700 tanaman.
Article Details
Section
References
Badan Pusat Statistik . (2020). Kecamatan Wolasi dalam Angka. BPS Kabupaten Konawe Selatan.
Dirjen Hortikutura. Kementerian Pertanian. (2019). Produksi Tanaman Sayuran dan Buah–Buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman (Ton) Tahun 2016 – 2019.
Dufour, R. (2001). Biointensive intergrated pest management. Appropriate Technology Transfer for Rural Areas (ATTRA). Retrieved from www.attra.ncat.org.
Iswanto, E. H., Nuryanto, B., dan Baliadi, Y. (2016). Antisipasi Ledakan Wereng Cokelat (Nilaparvata lugens) dengan Penerapan Teknik Pengendalian Hama Terpadu Biointensif. J. Iptek Tanaman Pangan, 11(1), 9–18.
HS, Gusnawaty., Taufik, M., Bande, L. O. S., dan Asis, A. (2017). Efektivitas Beberapa Media untuk Perbanyakan Agen Hayati Trichoderma sp. J. HPT Trop. 17(1), 70–76.
HS, Gusnawaty., M, Rahayu., Asniah dan Taufik, M. (2020). Paket Teknologi Pengendalian Penyakit Early Blight pada Tanaman Tomat di Sulawesi Tenggara. Laporan Penelitian. Badan Litbang Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
HS, Gusnawaty., Aka, R., dan Taufik, M. (2020). PKM Kelompok Tani Tomat yang Menghadapi Masalah Penyakit dan Rendahnya Input Pupuk Kandang Sapi Terfermentasi di Desa Lamomea. Laporan Pengabdian. LPPM UHO.
HS, Gusnawaty, Aka, R., Taufik, M., Asniah. (2021). Demplot Budidaya Tanaman Tomat Tahan Penyakit Hawar Daun di Lamomea, Konawe Selatan. J. Karya Abdi Masy. 3(1), 55–61.
Nawangsih, A.A., Widjayanti, T., dan Anisa, Y., (2014). Kelimpahan bakteri rizosfer pada sistem pht-biointensif serta kemampuan antagonismenya terhadap Sclerotium rolfsii pada Kedelai. J. HPT Tropika. 14(2), 110–120.
Romeh, A.A. (2018). Integrated Pest Management for Sustainable Agriculture. In: Negm, A., Abu-hashim, M. (eds) Sustainability of Agricultural Environment in Egypt: Part II. The Handbook of Environmental Chemistry, vol 77. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/698_2018_267
Wilyus, Y. Ratna, R., dan Yunita,W. (2017). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Biointensif pada Tanaman padi Di Desa Senaning. J. Karya Abdi Masy. 2(1), 35–42.