Peningkatan Komunikasi Asertif sebagai Upaya Mencegah Kesalahpahaman dalam Komunikasi bagi Ibu-Ibu PKK

Main Article Content

Purwaningtyastuti Pungky
Anna Dian Savitri
Kimmy Katkar

Abstract

Manusia sering mengalami kendala dalam mengekspresikan emosi, perasaan dan pendapatnya kepada orang lain. Ada yang sungkan dan tidak enak ketika akan menyampaikan pendapatnya. Rasa tidak enak tersebut muncul karena takut menyakiti perasaan orang lain dan dianggap tidak tahu etika. Permasalahan ini berkaitan dengan ketrampilan komunikasi asertif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi ibu-ibu kader PKK terkait pentingnya komunikasi asertif agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalin komunikasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan diberikan ceramah dan tugas yang berisi tentang komunikasi. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan teknik koding deskriptif didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pemahaman komunikasi asertif pada ibu-ibu kader PKK dari sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi. Hal ini menunjukkan dengan adanya peningkatan pemahaman komunikasi asertif, peserta mampu menerapkan cara berkomunikasi secara asertif dan meminimalisir terjadinya kesalahpahaman saat menjalin komunikasi. Kegiatan ini membawa manfaat yang positif bagi seluruh peserta kegiatan yaitu warga wilayah RW 15 pada umumnya, dan ibu-ibu Kader PKK pada khususnya. Dengan memahami dan mempraktekkan komunikasi asertif maka peserta menyadari makna pentingnya komunikasi asertif untuk membangun komunikasi yang baik.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Purwaningtyastuti Pungky, Universitas Semarang

Fakultas Psikologi

Anna Dian Savitri, Universitas Semarang

Fakultas Psikologi

Kimmy Katkar, Universitas Semarang

Fakultas Psikologi

References

Al’Ain, M. O., & Mulyana, O. P. (2013). Pelatihan Asertif untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Anggota HIMA (Himpunan Mahasiswa) Prodi Psikologi FIP UNESA. Character, 2(1), 1–6.

Azis, A. R. (2015). Efektivitas Pelatihan Asertivitas untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa Korban Bullying. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 3(2), 8–14. https://doi.org/10.29210/12500

Devito, J. A. (2011). KOmunikasi Antar Manusia. Jakarta : Karisma Publishing Group.

Kustiawan, W., Khaira, A., & Nisa, A., Nurhalija, M. & Ramadhan, R. (2022). Komunikasi Asertif dan Empatik dalam Psikologi Komunikasi. Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi Dan Manajemen (JIKEM), 2(2), 2483–2496.

Nursalim, M. (2005). Strategi Konseling. Unesa : University Press.

O. Makinde, B., & Akinteye, A. J. (2014). Effects of Mentoring and Assertiveness Training on Adolescents’ Self-Esteem in Lagos State Secondary Schools. International Journal of Social Science Studies, 2(3), 78–88. https://doi.org/10.11114/ijsss.v2i3.438

Ramadhanti, A. A., & Nastiti, D. (2021). The Relationship Between Self-Concept and Aggressive Behavior in Junior High School Students. Academia Open, 4, 1–11. https://doi.org/10.21070/acopen.4.2021.2749

Sri Suwarti, T., Zaidah, N., & Sodiq, J. (2014). Pelatihan Public Speaking Kader Pkk Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Semarang. E-Dimas, 5(2), 58. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v5i2.721

Tuti, M. D. (2019). Career Planning. CV MFA.

Widyastuti, T. (2017). Pengaruh Komunikasi Asertif terhadap Pengelolaan Konflik. Widya Cipta, 1(1), 1–7.

Yunalia, E. M., & Haryuni, S. (2020). Hubungan Antara Kemampuan Komunikasi Asertif Dengan Kejadian Perilaku Agresif Pada Remaja. Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(2), 159. https://doi.org/10.33366/jc.v8i2.1362

Yusuf, A. (2021). Bersikap Asertif dalam Komunikasi. Binus University.