Penyuluhan dan Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) Untuk Pencegahan Stunting

Main Article Content

Iskandar Arfan
Andri Dwi Hernawan
Sayyidun Nisa Asy-Syifa
Ayu Rizky

Abstract

Penyakit stunting masih menjadi permasalahan di indonesia termasuk di Kalimantan Barat Kota Pontianak. Puskesmas Parit Mayor merupakan salah satu puskesmas di kota Pontianak yang juga sebagai salah satu penyumbang kasus stunting. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada kader posyandu yang dimiliki puskesmas mengenai pemberian makan bayi dan anak (PMBA) serta memberikan keterampilan dalam mengolah makanan untuk anak. Sasaran Pengabdian ini adalah 15 orang (kader kesehatan) Puskesmas Parit mayor Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur Kalimantan Barat. Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, serta demontrasi pembuatan makanan sehat balita. Hasil kegiatan pasca pengabdian pengetahuan kader posyandu meningkat mengenai PMBA dengan hasil rata-rata skor pretest 6.5 menjadi 8.7 saat postest dari total 10 pertanyaan. Dan kader telah mampu  mempraktikkan dengan baik cara mengolah makanan anak pencegah stunting. Diharapkan kader dapat melanjutkan dan mentranfer wawasan dan keterampilan yang didapat kepada masyarakat dan bagi pihak terkait khususnya puskesmas untuk terus memotivasi dan membina kader agar dapat mengoptimalkan upaya pencegahan stunting di masyarakat salah satunya mengenai PMBA yang dapat menjadi salah satu upaya pemenuhan status gizi untuk bayi dan anak.

Article Details

Section

Articles

References

Dinkes Kota Pontianak. (2020). Profil Kesehatan Kota Pontianak Tahun 2020.

Dinkes Provinsi Kalbar. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat 2020.

Gunawan, H., Pradigdo, S. F., & Kartini, A. (2022). Hubungan Pengetahuan Dan Praktik Pemberian Makan Bayi Dan Anak (PMBA) Serta Penggunaan Garam Beryodium Dengan Kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(3), 319–325. https://doi.org/10.14710/JKM.V10I3.32765

Kemenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014.

Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. http://www.kemkes.go.id

Mufida, L., Widyaningsih, T. D., & Maligan, J. M. (2015). Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Mp-Asi) Untuk Bayi 6-24 Bulan: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 3(4), 1646–1651. https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/290

Nurkomala, S., Nuryanto, N., & Panunggal, B. (2018). Praktik Pemberian Mpasi (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) Pada Anak Stunting Dan Tidak Stunting Usia 6-24 Bulan. Journal of Nutrition College, 7(2), 45–53. https://doi.org/10.14710/JNC.V7I2.20822

Perpres. (2021). Perpres Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/174964/perpres-no-72-tahun-2021

Said, I., Pradana, A. K., Suryati, T., & Barokah, F. I. (2021). Hubungan Pola Pemberian Makanan Bayi dan Anak, Pengetahuan Gizi Ibu dengan Status Gizi Bayi 6-24 Bulan di Wilayah Puskesmas Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Jurnal Kesehatan Global, 4(2), 84–91. https://doi.org/10.33085/JKG.V4I2.4855

Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia. (2019). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting).

WHO. (2010). Nutrition Landscape Information System (NLIS) country profile indicators: interpretation guide (p. 38 p.). World Health Organization.

WHO. (2019). Sustainable Development Goals. . https://www.who.int/sdg/en/.