Penyuluhan Penyakit Gagal Ginjal Kronik Di Puskesmas Rancah Kabupaten Ciamis

Main Article Content

Resha Resmawati Shaleha
Anna Yuliana
Saeful Amin
Anisa Pebiansyah
Dichy Nuryadin Zain
Taufik Hidayat
Ilham Alifiar

Abstract

Salah satu akibat dari kerusakan sel atau jaringan organ ginjal adalah berupa terjadinya gagal ginjal yang penyebabnya dapat dipicu oleh penyakit diabetes melitus dan hipertensi. Penyakit gagal ginjal kronik bisa terjadi pada semua umur dengan prognosis yang buruk. Kurangnya informasi tentang penyebab dan bahaya penyakit gagal ginjal mendorong tim pengabdian masyarakat Universitas Bakti Tunas Husada untuk melakukan penyuluhan mengenai penyakit gagal ginjal. Pengabdian dilakukan oleh dosen dan mahasiswa sebanyak 10 orang. Metode yang digunakan yaitu pemberian informasi, pembagian poster, dan pengisian kuesioner yang berisi 10 pertanyaan terkait penyakit gagal ginjal kronik dengan total responden sebanyak 63 pasien rawat jalan yang datang ke Puskemas Rancah Kabupaten Ciamis. Hasil dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pasien mengenai penyakit gagal ginjal kronik.  Dapat dilihat dari hasil pre-test responden yang masuk ke dalam kategori baik dengan persentase 12,7%, dan post-test terlihat adanya peningkatan pengetahuan terhadap responden secara signifikan sebanyak 71,43% yang masuk ke dalam kategori sangat baik mengenai penyuluhan terkait penyakit gagal ginjal kronik. Kegiatan penyuluhan tentang penyakit gagal ginjal kronik berjalan dengan lancar. Peserta pengabdian masyarakat dapat memahami materi yang diberikan dan kuesioner yang diberikan dapat dipahami yang menghasilkan suatu perubahan perilaku serta melakukan penerapan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.

Article Details

Section

Articles

References

Adhiatma. (2014). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik Pada Pasien Hemodialisis Di RSUD Tugurejo Semarang Analysis of Factors Related to Chronic Kidney Disease in Hemodialysis Patients of RSUD Tugurejo Semarang. 1–10.

Aryzki, S. (2019). Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Gagal Ginjal Kronik Di Rsud Ulin Banjarmasin Menggunakan Instrumen EQ5D. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4(1), 210–24.

Astuti, N. L. S. (2022). Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gagal Ginjal Kronik Di ICU RSUP Dr. Sardjito Dengan Pendekatan NANDA NOC NIC: Studi Kasus. Jurnal Keperawatan Klinis Dan Komunitas, 6(2), 103–11.

Ervina, L. (2015). Tatalaksana Penyakit Ginjal Kronik Pada Anak. MKS, 2, 144–149.

Firmansyah, J. (2022). Faktor Resiko Perilaku Kebiasaan Hidup Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik. Jurnal Medika Hutama, 03(02), 1997–2003.

Griselda, V. K. (2021). Diagnosis Dan Manajemen Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Jurnal Medika Hutama, 02(04), 1135–42.

Indrasari, D. N., & Anita, D. C. (2015). Perbedaan kadar ureum dan kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik berdasarkan lama menjalani terapi hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Doctoral dissertation, STIKES’Aisyiyah Yogyakarta.

Mait, G. (2021). Gambaran Adaptasi Fisiologis Dan Psikologis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Kota Manado. Jurnal Keperawatan, 9(2), 2–7.

Makmur, N. W., Tasa, H., & Sukriyadi, S. (2013). Pengaruh hemodialisis terhadap kadar ureum dan kreatinin darah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di ruang hemodialisis (hd) rsup dr. Wahidin sudirohusodo makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 2(1), 58–64.

Nasution, S. H. (2020). Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 5 Berdasarkan Determinan Umur , Jenis Kelamin , Dan Diagnosa Etiologi Di Indonesia Tahun 2018 Chronic Kidney Failure Disease Stage 5 Based on Determinants of Age , Gender , and Diagnosis of Etiology in Indonesia in 201. JK Unila, 4(1), 2018–21.

Purwati, S. (2018). Analisa Faktor Risiko Penyebab Kejadian Penyakit Gagal Ginjal Kronik (Ggk) Di Ruang Hemodialisa Rs Dr. Moewardi Siti Purwati. Jurnal Keperawatan Global, 3(1), 15–27.

Putri, S. D. (2014). Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronis Yang Dilakukan Hemodialisis Di RSUD Al-Ihsan Tahun 2014. Prosiding Pendidikan Dokter, 570–77.