Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumogawe dalam Pembuatan Pupuk Organik dengan Metode Fermentasi Em4

Main Article Content

Slamet Saefudin
Apondala Apondala
Ilham Yustar Afif
Dini Cahyandari
Purnomo Purnomo
Achmad Solichan
Hanityo Adi Nugroho

Abstract

Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, mayoritas penduduknya adalah peternak susu sapi yang menghasilkan limbah kotoran sapi melimpah. Banyaknya kotoran sapi yang dihasilkan sampai saat ini belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sebagai produk yang bermanfaat. Pemanfaatan kotoran sapi salah satunya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa Sumogawe dengan memberikan informasi dan praktik cara pembuatan pupuk organik dengan fermentasi menggunakan bakteri Effective Microorganisms 4 (EM4). Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi yang dicampur dengan air cucian beras dan bakteri EM4. Setelah dilakukan sosialisasi masyarakat menyadari pentingnya pengolahan limbah sapi dan cara pengolahan menjadi pupuk dengan fermentasi bakteri EM4. Kegiatan pelatihan dengan praktik langsung telah berhasil membuat produk pupuk berbahan kotoran sapi yang dikemas dengan baik. Dari kegiatan ini, masyarakat mendapat pengetahuan dan mampu membuat pupuk organik untuk tanaman warga tanpa harus membeli pupuk di pasaran

Kata kunci: Pupuk organik, Kotoran sapi, Fermentasi, EM4

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Slamet Saefudin, Universitas Muhammadiyah Semarang

departemen teknik mesin

Apondala Apondala, Universitas Muhammadiyah Semarang

departemen teknik mesin

References

Ariandani, N., Ermanda, S., & Fatmawati, B. (2022). Pelatihan pembuatan Pupuk Kompos dengan memanfaatkan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Bagik Longgek. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 137–143. https://doi.org/10.29408/ab.v3i1.5276

Asiati, D. I., & Sabrina, N. (2021). Pendampingan Praktek Pembuatan Pupuk Kompos Olahan Sampah Rumah Tangga Di Pimpinan Ranting Aisyiyah Talang Kelapa. Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang, 5(02), 43–50.

Bima, S., & Prambudi, F. (2020). Potensi Pemanfaatan Limbah Peternakan Sapi Pedaging di SPR ( Sekolah Peternakan Rakyat ) Ngudi Rejeki , Kabupaten Kediri ( Potential Utilization of Cattle Farm Waste in Ngudi Rejeki School of Smallholder Community , Kediri Regency ). Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(3Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat), 343–347.

BPS Kabupaten Semarang. (2023). Kabupaten Semarang dalam Angka 2023. In BPS Kabupaten Semarang (Vol. 13).

Elpawati, E., Dara, S. D., & Dasumiati, D. (2016). Optimalisasi Penggunaan Pupuk Kompos dengan Penambahan Effective Microorganism 10 (Em10) pada Produktivitas Tanaman Jagung (Zea mays L.). AL-Kauniyah: Jurnal Biologi, 8(2), 77–87. https://doi.org/10.15408/kauniyah.v8i2.2693

Erickson Sarjono Siboro, Edu Surya, & Netti Herlina. (2013). Pembuatan Pupuk Cair Dan Biogas Dari Campuran Limbah Sayuran. Jurnal Teknik Kimia USU, 2(3), 40–43. https://doi.org/10.32734/jtk.v2i3.1448

Fahri, A., Meriatna, & Suryati. (2018). Pengaruh Waktu Fermentasi dan Volume Bio Aktivator EM 4 ( Effective Microorganisme ) pada Pembuatan Pupuk Organik Cair ( POC ) dari Limbah Buah-Buahan. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 1(7), 13–29.

Hidayati, Y., Benito, A., Eulis, T., & Ellin, H. (2011). Kualitas Pupuk Cair Hasil Pengolahan Feses Sapi Potong Menggunakan Saccharomyces cereviceae. Jurnal Ilmu Ternak, 11(2), 104–107.

Manuputty, M. C., Jacob, A., & Johanis P, J. P. (2018). Pengaruh Effective Inoculant Promi Dan Em4 Terhadap Laju Dekomposisi Dan Kualitas Kompos Dari Sampah Kota Ambon. Agrologia, 1(2), 143–151. https://doi.org/10.30598/a.v1i2.290

Prambudi, S. B. F., Salundik, & Muladno. (2020). Potensi Pemanfaatan Limbah Peternakan Sapi Pedaging di SPR ( Sekolah Peternakan Rakyat ) Ngudi Rejeki , Kabupaten Kediri ( Potential Utilization of Cattle Farm Waste in Ngudi Rejeki School of Smallholder Community , Kediri Regency ). Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(3Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat), 343–347.

Purnamasari, I., Suci Ristiyana, Yagus Wijayanto, & Tri Wahyu Saputra. (2022). Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1), 161–168. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i1.1357

Shitophyta, L. M., Amelia, S., & Jamilatun, S. (2021). Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Sampah Organik Di Ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo, Kasihan, Yogyakarta. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 136–140. https://doi.org/10.31004/cdj.v2i1.1405

Siswati, N. D., Theodorus, H., & Eko S, P. W. (2009). Pengaruh Penambahan Effective Microorganisms pada Limbah Cair Industri Kertas. Buana Sains, 9(1), 63–68.

Suswardany, D. L., & Kusumawati, Y. (2012). Peran Efective Microorganism-4 (Em-4) Dalam Meningkatkan Kualitas Kimia Kompos Ampas Tahu The Role Of Effective Microorganism-4 (Em-4) In Inproving Chemistry Quality Of Ampas Tahu Compost. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, 4(1), 141–149.

Sutrisno, E., & Priyambada, I. B. (2019). Pembuatan Pupuk Kompos Padat Limbah Kotoran Sapi dengan Metoda Fermentasi Menggunakan Bioaktivator Starbio di Desa Ujung– Ujung Kecamatan Pabelan. 1(2), 2–5.

Sutrisno, E., Wardhana, I. W., Budihardjo, M. A., Hadiwidodo, M., & Silalahi, I. (2020). Program Pembuatan Pupuk Kompos Padat Limbah Kotoran Sapi Dengan Metoda Fermentasi Menggunakan Em4 Dan Starbio di Dusun Thekelan Kabupaten Semarang. Jurnal Pasopati, 2(1), 13–16.