Penyuluhan Budidaya Ikan Sistem Bioflok dan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan pada Pengelola Bioflok Ponpes Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah Makassar
Main Article Content
Abstract
Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi  mitra dalam kegiatan budidaya ikan nila.  Adapun permasalahan mitra yaitu masih rendahnya pengetahuan dalam budidaya bioflok dan belum tersedia pakan buatan dan mahalnya harga pakan ikan nila sehingga dalam budidaya mitra membeli dengan harga mahal sehingga menjadi penyebab penghambat proses produksi. Alternatif yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut yakni melakukan penyuluhan teknik budidaya ikan  sistem bioflok dan pelatihan pembuatan pakan buatan dengan menggunakan limbah sayur terfermentasi. Metode pelaksanaan kegiatan melipui koordinasi, diskusi, penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan mtira sasaran. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan sistem pengelolaan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok dan pendapingan pembuatan pakan ikan yaitu: 1) Pengetahuan diperoleh bahwa sebelum penyuluhan tingkat pengetahuan peserta terbanyak pada tingkat pengetahuan kurang mengetahui dengan jumlah responden 18 orang (72,00%), cukup mengetahui sebanyak 5 orang (20,00%), dan sudah paham 2 orang (8,00%). Sedangkan setelah kegiatan penyuluhan diperoleh tingkat pengetahuan yang berbeda yaitu tingkat pengetahuan responden yang sudah mengetahu 23 orang (92,00%), sisa 2 orang yang cukup paham (8,00%) dan tidak ada lagi yang kurang paham; 2) Berdasarkan hasil pre test diperoleh bahwa mitra sasaran 100% belum memiliki pengetahuan terkait cara memanfaatkan dan mengolah limbah sayur untuk dijadikan sebagai bahan baku pakan ikan, bagi mitra kegiatan ini merupakan hal yang baru yang belum pernah dilihat dan dikerjakan atau dipraktekkan. Hasil post test diperoleh tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran mengalami peningkatan yakni terdapat 20 responden (80,00%) sangat terampil, 3 orang (12,00%), cukup terampil dan  2 orang (8,00%) kurang terampil. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pelatihan pembuatan pakan ikan menggunakan limbah sayur terfermentasi berhasil.
Article Details
Section
References
Adharani, N., Soewardi, K., Dhamar Syakti, A., Hariyadi, S. (2016). Manajemen Kualitas Air Dengan Teknologi Bioflok : Studi Kasus Pemeliharaan Ikan Lele ( Clarias sp.). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). ISSN 0853-4217. Volume 21(1) April 2016 : 35-40.
Ekasari, J. (2009). Teknologi Bioflok : Teori dan Aplikasi dalam Perikanan Budidaya Sistem Intensif. Jurnal Akuakultur Indonesia, 8(2) : 117-126
Fachri S, & Muhammad. (2015). Laporan Praktikum Teknologi Pasca Panen (PNA3523) Acara IV Penanganan Kualitas Produk Pasca Panen. Universitas Jenderal Soedirman, Purwekerto.
Kristiandi, K., Mahmuda, D., Yunita. N. F., & Maryono, M. (2022). Pendampingan Pembuatan dan Pengemasan Frozen Food Pada Ibu Rumah Tangga. To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 216-222.
Moekasan. (2005). Pascapanen Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rajab, A. dan Taufik, M. (2008). Introduksi Beberapa Jenis Sayuran di Lahan Iklim Kering. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Sulawesi Selatan. Makassar.
Sukardi, P., Soedibya P.H.T., Pramono, T.B. (2018). Produksi Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Sistem Bioflok Dengan Sumber Karbohidrat Berbeda. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurrship. Volume 03, Issue 02. 198-203
Sundari, Yusra A.H, Nurliza. (2015). Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Usahatani di Kabupaten Pontianak. Jurnal Social Economic of Agriculture. Vol 4 No.1 April 2015 (hal 26-3).
Widyastuti, S.N, Suryana, Y. Prabowo, A. (2018). Evaluasi Perubahan Pengetahuan dan Keterampilan Petani dalam Pembuatan Kompos Jerami Padi di Kelompok Karya Bersama Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jurnal Triton. 9(1) : 51-58.