Bimbingan Teknis Pengelolaan Wisata Mangrove berbasis Kearifan Lokal di Pulau Rupat, Riau
Main Article Content
Abstract
Pulau Rupat, terutama wilayah Kecamatan Rupat Utara di Kabupaten Bengkalis, telah ditetapkan sebagai daerah yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi Riau. Dalam upaya mengembangkan ekosistem mangrove dan pantai Desa Tanjung Medang sebagai tujuan wisata, Kelompok Perempuan Pengelola Wisata (KPPW) Rupat Molek turut berpartisipasi. Namun, KPPW Rupat Molek menghadapi beberapa kendala dalam mengelola destinasi wisata ini, termasuk fakta bahwa informasi tentang destinasi wisata ini belum tersebar secara luas di platform promosi wisata online, dan belum ada pengelolaan yang efektif terkait aspek bisnis seperti penginapan, pilihan kuliner yang terbatas, dan kurangnya fasilitas rekreasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kepada KPPW melalui teknologi Eco-edu Mangrove Tourism yang berlandaskan pada budaya Melayu lokal. Prosesnya mencakup persiapan awal, pembuatan materi promosi wisata, pelatihan dan bimbingan teknis, serta pemantauan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini mencakup materi promosi pariwisata seperti situs web, media sosial, dan buku panduan wisata mangrove. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta merespon materi pelatihan dengan sangat positif, dan mereka memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh para pelatih. Harapannya, kegiatan ini dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Article Details
Section
References
Ambalegin, Arianto, T., & Azharman, Z. (2019). Kampung tua Nongsa sebagai tujuan wisata berbasis kearifan lokal budaya melayu Batam. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(Juni).
https://doi.org/10.31849/dinamisia.v3i2.2863
Fatmasari BR, Harahap A, Navratilova A, Andjanie I, Annisa L. (2023). Analisis perkembangan infrastruktur pariwisata di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Syntax Literate 8(2): 914-929. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i2.11348
Hanny, H., Agustina, L., Debbianita, Sari, E. P., Marpaung, E. I., Natalia, M., Carolina, V., Joni, J., Halomoan, D. T., & Leliana. (2022). Analisis potensi desa wisata di Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat . Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 98-107. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v6i1.7533
Jovanoviä S, Ivana ILIÄ. (2016). Infrastructure as important determinant of tourism development in the countries of Southeast Europe. Ecoforum Journal, 5(1). https://ideas.repec.org/a/scm/ecofrm/v5y2016i1p34.html
Kominfo BPKP Riau. (2023). Peran BPKP Riau Dibutuhkan Untuk Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Pulau Rupat.
Nugroho WA. (2022). Pengembangan Wisata Pantai di Kalimantan Timur Berdasarkan Karakteristik dan Pendapat Pengunjung serta Prinsip Kepariwisataan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3): 597-608. https://doi.org/10.14710/jil.20.3.597-608
Setyowardhani, H., Susanti, H., & Riyanto. (2019). Optimalisasi media sosial sebagai alat promosi untuk desa wisata Lebakmuncang. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(Juni). https://doi.org/10.31849/dinamisia.v3i2.2848
Titisari, P. W., & Elfis, E. (2021). Bimbingan Teknis Rehabilitasi Mangrove di Kampung Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Community Education Engagement Journal, 2(1), 13–23. https://doi.org/10.25299/ceej.v2i1.6176
Titisari, P. W., Elfis, E., Arradinna, S. F., Maulana, M. A., Nurdilla, H., & Selaras, P. (2023). Diversifikasi Produk Kuliner Berbasis Mangrove Pada Kelompok Usaha Berembang Asri, Riau. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 87–94. https://doi.org/10.30653/jppm.v8i1.212
Titisari, P. W., Elfis, Chahyana, I., Janna, N., Nurdila, H., & Widari, R. S. (2022). Management Strategies of Mangrove Biodiversity and the Role of Sustainable Ecotourism in Achieving Development Goals. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 7(3), 1–24. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jtbb.72243