Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Tepung Sagu, Berbasis Masyarakat di desa Pengkajoang
Main Article Content
Abstract
Desa Pengkajoang merupakan daerah penghasil sagu yang tanamannya tumbuh secara alami. Belum ada teknik budidaya yang dilakukan masyarakat. Proses produksi juga dilakukan menggunakan alat seadanya, sehingga tidak efisien serta produk pati yang dihasilkan tidak begitu baik. Penyuluhan dan pendampingan dilakukan dikelompok tani Serumpun Sagu dan Labessi-bessi di Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. Pendampingan dan penyuluhan dilakukan agar dapat mengubah sistem usaha sagu masyarakat yang awalnya hanya memanen sagu yang ada atau tersedia di alam, menjadi pembudidaya tanaman Sagu untuk melestariak tanaman sagu. Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan peralatan dan teknologi pengolahan batang sagu agar menghasilkan pati sagu dalam volume yang lebih besar dan mutu lebih baik.
Article Details
Section
References
BBPT. (2005). Tanaman Penghasil Pati. http://www.IPTEKnet.com. [04 Agustus 2009]
Bintoro, H.M.H. (1999). Pemberdayaan Tanaman Sagu Sebagai Penghasil Bahan Pangan Alternatif dan Bahan Baku Agroindustri Yang Potensial Dalam rangka Ketahanan Pangan Nasional. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, IPB, Bogor. 11 September 1999. 70 hal.
Bintoro, H.M.H. (2008). Bercocok Tanam Sagu. IPB Press. Bogor. 71 hal.
Bintoro HM, Nurulhaq MI, Pratama AJ, Ahmad F, and Ayulia L. (2018). Growing Area of Sago Palm and Its Environment: Sago Palm In Ehara H, Toyoda Y and Johnson DV (Editors). Sago Palm “Multiple Contributions to Food Security and Sustainable Livelihoods†Springer Nature, P: 17-30
Elida S. (2016). Pemetaan Pertanian Potensial Dalam Pengembangan Agroindustri Unggulan Di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jurnal Agrotech, 3(1): 111-134.
Ehara H. (2018). Genetic Variation and Agronomic Features of Metroxylon sp in Asia and Pacific : Sago Palm “Multiple Contributions to Food Security and Sustainable Livelihoods†In Ehara H, Toyoda Y and Johnson DV (Editors). Springer Nature, P: 45-60.
Hamidi, W. dan Septina E. (2017). Analysis of Value Added and Development Strategy of Public Sago Agroindustry Business in Kepulauan Meranti Regency. International Journal of Scientific & Technology Research. 7(2): 94-99.
Haryanto, B., & Pangloli, P. (1992). Potensi dan Pemanfaatan Sagu. Kanisius. Yogyakarta. 140 hal.
Henanto, H. (1996). Kajian Potensi Sagu di Propinsi Bengkulu. Simposium nasional Sagu III.Universitas Riau. Pekanbaru. hal: 165-171.
Indrawati H., & Caska. (2015), Financial Models for Sago Cake Makers in Supporting the Acceleration of Family Economic Improvement. Mediterranean Journal of Social Sciences, 6 (6) : 310-318.
Jayanti, Y. (2011). Pengelolaan Budidaya Sagu (Metroxylon Spp.) di PT National Sago Prima, Selat Panjang, Riau dengan Aspek Khusus Pemangkasan dan Aplikasi Hormon Organik Pada Petiol Bibit Sagu di Persemaian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Jong, FS. (2018). An Overview of Sago Industry Development, 1980–2015 : Sago Palm “Multiple Contributions to Food Security and Sustainable Livelihoods†In Ehara H, Toyoda Y and Johnson DV (Editors). Springer Nature, P: 75-90.
Jong FS dan Widjono A. (2007). Sagu: Potensi Besar Pertanian Indonesia. Jurnal Iptek Tanaman Pangan, 2(1): 54-65.
Konuma H. (2018). Status and Outlook of Global Food Security and the Role of Underutilized Food Resources: Sago Palm In Ehara H, Toyoda Y and Johnson DV (Editors). Sago Palm “Multiple Contributions to Food Security and Sustainable Livelihoods†Springer Nature, P: 3-16
Listio D., M. H. Bintoro, M. I. Nurulhaq, dan F. Ahmad. (2016). Efek Pemangkasan dan Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan Bibit Sagu. Jurnal Metroxylon Indonesia. 1 (1). p.50.
Noor, M. (2001). Pertanian Lahan Gambut. Kanisius. Yogyakarta
Novarianto, H., Tulalo M. A., Kumaunang, J. dan Indrawanto, C. (2014). Varietas Unggul Sagu Selatpanjang Meranti. B. Palma Vol. 15 No. 1, Juni 2014 : 47 – 55.
Nurulhaq, M.I. (2012). Pengaruh Jumlah Daun Bibit Tanaman Sagu (Metroxylon Sp) Terhadap Pertumbuhan Awal di Lapangan. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Nursalam. (2015). Analisis produksi dan efisiensi alokatif usaha pengolahan sagu di Kabupaten Kolaka Timur. Tesis, Pascasarjana Universitas Halu Oleo, Kendari.
Ornam, K., Kimsan, M. , Ngkoimani, L.O., and Santi (2016). Study On Physical and Mechanical Properties With Its Environmental Impact In Konawe-Indonesia Upon Utilization Of Sago Husk As Filler In Modified Structural Fly Ash-Bricks. 8th International Conference on Advances in Information Technology, IAIT, 19-22 December 2016, Macau, China
Rahman, H.B.A. (2017). Pertumbuhan Bibit Sagu Inkubasi dengan Pemberian Beberapa Taraf Perekat dan Pupuk Daun Majemuk (20-15-15). Tesis. Institut Pertanian Bogor.
Soekartawi. (2001). Pengantar Agroindustri. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
Soekartawi. (2003). Agribisnis Teori dan Aplikasinya. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Toyoda Y. (2018). Life and Livelihood in Sago-Growing Areas: Sago Palm “Multiple Contributions to Food Security and Sustainable Livelihoods†In Ehara H, Toyoda Y and Johnson DV (Editors). Springer Nature, P: 31-44.