Edukasi Peralatan Meteorologi Sebagai Indikator Cuaca dan Polusi Udara di Desa Pasir Tanjung, Lebak, Banten

Isi Artikel Utama

Agustina Rachmawardani
Djoko Prabowo
Kanton Lumban Toruan
Nardi Nardi
Marzuki Sinambela
Abdul Manaf
Maqbul Azis

Abstrak

Desa Pasirtanjung merupakan salah satu desa di Indonesia yang menghadapi tantangan terkait pemahaman akan cuaca dan dampak pencemaran udara. Perubahan iklim dan perubahan pola hujan telah menjadi isu yang semakin penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat desa ini. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kualitas udara, seperti polusi udara dari industri, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan aktivitas manusia lainnya serta faktor-faktor yang memengaruhi curah hujan, seperti pola aliran udara, pengaruh lautan, dan topografi. Edukasi dan sosialisasi mengenai peralatan yang dapat digunakan sebagai indikator cuaca, seperti alat pengukur curah hujan, alat pengukur kualitas udara PM2.5 dan PM10, serta kesadaran akan polusi udara, menjadi aspek krusial dalam mendukung kesejahteraan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Desa Pasirtanjung. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dirancang alat monitoring curah hujan dan kualitas udara serta edukasi peralatan sebagai indikator cuaca dan polusi udara di desa Pasir Tanjung yang akan menjadi landasan penting untuk meningkatkan pemahaman dan merespons terhadap faktor-faktor lingkungan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka. Dari hasil post test dan pretest pengetahuan peserta terkait edukasi peralatan cuaca ini naik sekitar 20 % – 60%.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Referensi

Abidin, J., Artauli Hasibuan, F., Kunci, K., Udara, P., & Gauss, D. (2019). Pengaruh Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Untuk Menambah Pemahaman Masyarakat Awam.

Amri, S., Fadlan, A., & Rachmawardani, A. (2024). Edukasi Antisipasi Banjir Melalui Pengenalan Flood Early Warning System Di Kelurahan Jurang Mangu Barat. 7(1), 116–124.

Bari, S. H., Rahman, M. T., Hussain, M. M., & Ray, S. (2015). Forecasting Monthly Precipitation in Sylhet City Using ARIMA Model. Civil and Environmental Research, 7(1), 69–78. http://www.iiste.org/Journals/index.php/CER/article/view/19069

Giarno, G., Saputra, A. H., & Rachmawardani, A. (2022). Optimalisasi Edukasi Informasi Geohidrometeorologi Untuk Masyarakat Perkotaan (Studi Kasus: Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten). To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 554. https://doi.org/10.35914/tomaega.v5i3.1294

Rachmawardani, A., Virgianto, R. H., Prabowo, D., Widiatmoko, A., Rasya, M. F., & Ash-shiddiqyi, K. M. (2023). Wireless Sensor Network ( WSN ) of a flood monitoring system based on the Internet of Things ( IoT ). 01004.

Rachmawardani, A., Wijaya, S. K., & Shopaheluwakan, A. (2022). Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis Machine Learning: Studi Literatur. METHOMIKA Jurnal Manajemen Informatika Dan Komputerisasi Akuntansi, 6(6), 188–198. https://doi.org/10.46880/jmika.vol6no2.pp188-198

As-syakur, A. R. (2010). Pola spasial pengaruh kejadian la nina terhadap curah hujan di indonesia tahun 1998/1999; observasi menggunakan data TRMM multisatellite precipitation analysis (TMPA) 3B43, Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XVII Bandung.

D'Arrigo, R. dan Wilson, R. (2008). El NiËœno and Indian Ocean influences on Indonesian drought: implications for forecasting rainfall and crop productivity, International Journal of Climatology, 28, 611-616.

Giarno, Zadrach L. D. dan Mustofa, M. A. (2012). Kajian awal musim hujan and awal musim kemarau di Indonesia, Jurnal Meteorologi and Geofisika, 1, 1–

Jabotabek Using Voluntary Weather Observation Based on Social Media, IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 1030, doi:10.1088/1755-1315/1030/1/01200.

Hidayat, R. dan Kizu, S. (2010). Influence of the Madden–Julian Oscillation on Indonesian rainfall variability in austral summer, International Journal of Climatology, 30, 18161825.

Hidayat, (2022). Warga Jurang Mangu Timur Tangsel Sering Kebanjiran akibat Pengembang Perumahan, https://tangerangnews.com/tangsel/ read/41411/Warga Jurang-ManguTimur-Tangsel-Sering-Kebanjiran-akibat-Pengembang-Perumahan, diakses 20 Juni 2022.

Kiki dan Alam, F. (2019). Verifikasi parameter presipitasi akumulasi 24 jam pada model cuaca numerik tahun 2017, Buletin BBMKG Wilayah II, 9, 2, 1-5.

Martono, M. dan Wardoyo, T. (2017). Impacts of El Niño 2015 and the Indian Ocean Dipole 2016 on Rainfall in the Pameungpeuk and Cilacap Regions, Forum Geografi, 31(2), 184–195.

Murdiyanto dan Gutomo, T. (2015). Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor dan Upaya Masyarakat dalam Penanggulangan, Jurnal PKS, 14, 4, 437-452

Neale, R. dan Sligo, J., 2003, The Maritime Continent and Its Role in the Global Climate: A GCM Study, Journal of Climate, 16, 834-848