Membangun Langkah Promotif-Preventif Terkait Stunting Melalui Pemanfaatan Hasil Pertanian Jewawut (Setaria italica) di Desa Lambanan, Kabupaten Polewali Mandar
Main Article Content
Abstract
Tingkat kasus stunting yang tinggi di Provinsi Sulawesi Barat perlu diatasi. Maka, upaya penanggulangan bersifat urgen untuk menekan peningkatan prevalensinya. Langkah promotif-preventif yang dapat dilakukan adalah mengedukasi masyarakat dan memanfaatkan hasil pertanian lokal. Bahan pangan lokal dapat dimaksimalkan fungsinya untuk perbaikan gizi anak stunting jika diolah dengan baik. Desa Lambanan, di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat salah satu desa yang memiliki potensi sumber pangan yang beragam seperti tersedianya pangan lokal Jewawut (Setaria italica). Meskipun Jewawut merupakan komoditi pertanian utama masyarakat Lambanan namun belum diolah secara maksimal untuk menanganai persoalan gizi anak-anak. Maka kegiatan pengabdian ini fokus menyebarluaskan pengetahuan tentang potensi jewawut yang dapat digunakan untuk pencegahan stunting. Selain itu kami melakukan pelatihan tentang cara mengolah Jewawut menjadi bubur MPASI yang kaya gizi dan protein. Hasil pengabdian ini menunjukkan ada peningkatan pengetahuan partisipan tentang jewawut dan tunting. Sebelum kegiatan pengetahuan partisipan yang terdiri dari 35 orang berada di angka 75,4 dan setelah penyuluhan dan praktik naik menjadi 84,29.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Ayuningtyas, A., Simbolon, D., & Rizal, A. (2018). Asupan zat gizi makro dan mikro terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan, 9(3), 445–450. https://doi.org/10.26630/jk.v9i3.960
Asmawati L. (2023). Pencegahan Stunting melalui ketahanan pangan lokal banten dan pengasuhan digital. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Volume 7 Issue 6 (2023) Pages 6915-6926
Kasmiati., Karim I., & Karim F.F. (2022) .The mandarese gastronomy: Preference and opportunities for food diversification on the dining table of young generations. Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol. 3 Issue 1, April 2022
Ginting, K., & Pandiangan, A. (2019). Tingkat kecerdasan intelegensi anak stunting. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1 SE-Articles). https://doi.org/10.37287/jppp.v1i1.25
Husnah., Sakdiah. ,Anam, A.K., Husna, A. , Mardhatillah, G., & Bakhtiar. (2022). Peran makanan lokal. dalam penurunan stunting. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika. Vol 5 No. 3, September 2022
Irwan Z. (2020). Kandungan zat gizi daun kelor (moringa oleifera) berdasarkan metode pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang Volume 6, Nomor 1, Juli 2020, pp. 69 – 77
Ismail, A.I., Yuniati, D., & Aryanti, N. (2023). Formulasi nugget berbahan dasar ikan terbang (Parexocoetus brachypterus), tepung jewawut (Setaria italica (L.) Beauv.) dan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai menu pmt pencegah Stunting. Jurnal Galung Tropika, 12(3) Desember 2023, hlmn. 295-305. https://upk.kemkes.go.id/new/4-cara-mencegah-stunting (diakses tanggal 10 februari 20204)
Kurniati, P.,T & Sunarti. (2020.) Efektivitas Pemberian Bubur Jawak (SETARIA ITALICA) Dalam Peningkatan Berat Badan dan Tinggi Badan Pada Balita Stunting di Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. jurnal Dunia Kesmas, Vol. 9 No. 4, Oktober 2020, hal. 440 – 448
Marhaeni, LS. (2021). Daun kelor (Moringa oleifera) sebagai sumber pangan fungsional dan antioksidan. jurnal agrisia-Vol.13 No.2 Tahun 2021 ISSN : 2302-0091
Nenu, P., Ngura,E, T., & Laksana D, N, L. (2022) . Upaya Pencegahan Stunting melalui Pemanfaatan Pangan Lokal Ubi untuk Meningkatkan Asupan Gizi Ibu Hamil. ndonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 4 Nomor 1 Januari 2022
Pasally, S., Mengga, G. S., Rispayanti, R., Oktavianus, O., & Lote, J. (2022). Analisis Kadar Protein Jewawut (Setaria italica L.). Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture, 398–402. https://doi.org/10.25047/agropross.2022.310
Putri, S. A. (2020). Kandungan gizi pada pangan lokal jawawut jenis foxtail millet (setaria italica). Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan Volume 3 No 2 Juli 2020.
Rahmawati S., Wulan AJ., & Utami, N. (2022) .Edukasi Pemberian Makanan Pendamping Asi (MPASI) Sehat Bergizi Berbahan Pangan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Kalisari Kecamatan Natar Lampung Selatan. Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal pengabdian masyarakat ruwa jurai
Rohmah, F. N., Putriana, D., & Safitri, T. A. (2022). Berdayakan masyarakat cegah stunting dengan mengolah bahan pangan potensi lokal. Masyarakat Berdaya Dan Inovasi, 3(2), 114–117. https://doi.org/10.33292/mayadani.v3i2.97
Saputri, A. A. T., Purwanti, R., & Christiandari, H. (2022). Perbandingan kadar vitamin c pada daun kelor (Moringa oleifera) yang tumbuh di dataran rendah, dataran rendah menengah, dan dataran tinggi. Jurnal Permata Indonesia, 13(1), 62–67.
Sutyawan., Novidiyanto., & Wicaksono, A. (2022). Optimalisasi Pemanfaatan Pangan Lokal yang Aman dan Bergizi dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Ibul Kabupaten Bangka Barat.Jurnal Panrita Abdi, Juli 2022, Volume 6, Issue 3. http://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi
Terati., Sari RM., & Telisa I. (2023). Pengaruh Pemberian Cookies Tepung Jawawut Terhadap Perubahan Status Gizi Baduta Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Tebing Bulang. JKMK. 10 (2) : 98-106.
Yulmaniati., Rahmah, M.E., Ainun, N,H., Lubis, S.A.B., & Jailani, M. (2022). .Pemanfaatan Hasil Pangan Lokal Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Sumatera Utara. Journal of Comprehensive Science. Volume 1, No 2, September 2022, Page: 135-139
Viona, R., Fatimah, F., & Wuntu, A. D. (2023). Potensi daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai vitamin c herbal dan aplikasinya pada mie basah. CHEMISTRY PROGRESS, 16(1 SE-Articles), 79–85. https://doi.org/10.35799/cp.16.1.2023.47832