Pengembangan Metode Play Therapy Sebagai Mitigasi Trauma pada Anak Broken Home
Main Article Content
Abstract
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode play therapy sebagai mitigasi trauma pada anak broken home. Masalah yang muncul dalam penelitian ini adalah terdapat 10 peserta didik yang berada dalam keluarga broken home. Delapan dari peserta didik tersebut kerap melakukan bulliying fisik. Setelah digali lebih jauh ternayata anak tersebut serign melihat orang tuanya berselisih hingga beradu fisik. Pentingnya mitigasi trauma agar efek broken home tidak terlalu mendalam kepada anank. Metode yang digunakan dalam penegabdian ini adalah service learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik dan wali belum mampu mengidentifikasi anak yang mengalami trauma terhadap peserta didik yang mengalami broken home. Dengan adanya modul yang dikembangkan pendidik dan orang tua memiliki pedoman yang dapat dijadikan rujukan dalam mengidentifikasi peserta didik yang mengalami trauma. Wali dan pendidik juga diberikan Teknik membaca gambar peserta untuk mengidentifikasi emoisnya. Adapun bentuk play terapi yang diberikan adalah permainan yang dilakukan secara berkelompok, yakni ular tangga. Play terapi bisa dilakukan untuk meminimalisir trauma dan juga sebagai bentuk mitigasi trauma pada peserta didik.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Ariyanto, K. (2023). Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Anak. Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 15–23. https://doi.org/10.37329/metta.v3i1.2380
Asman, A., Handayani, R., Novera, M., Trisna Ajani, A., Elvira, M., Dewi, S., Autika Asman, A., & Aulingga Asman, A. (2023). Mitigasi Bencana Tsunami melalui Trauma Healing. Jurnal Keperawatan Medika, 2(1), 12–21.
Hafiza, S., & Mawarpury, M. (2018). Pemaknaan Kebahagiaan oleh Remaja Broken Home. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 59–66. https://doi.org/10.15575/psy.v5i1.1956
Hasiana, I. (2020). Metode Bercerita Sebagai Upaya Pemulihan Trauma Pasca Bencana Pada Anak Usia Dini. Jurnal Bikotetik (Bimbingan Dan Konseling: Teori Dan Praktik), 3(2), 72–76. https://doi.org/10.26740/bikotetik.v3n2.p72-76
Hormansyah, R. D., & Karmiyati, D. (2020). Play therapy untuk meningkatkan atensi pada anak adhd (attention deficit hiperactivity disorder). Procedia : Studi Kasus Dan Intervensi Psikologi, 8(2), 82. https://doi.org/10.22219/procedia.v8i2.13425
Maghfiroh, N. L., Siregar, R. D., Sagala, D. S., & Khadijah. (2022). Dampak Tumbuh Kembang Anak Broken Home. Al-Irsyad, 4(4), 42–48. https://core.ac.uk/download/pdf/322599509.pdf
Niode., D. F., Rindengan., Y. D. Y., & Karouw., S. D. S. (2016). Geographical Information System (GIS) untuk Mitigasi Bencana Alam Banjir di Kota Manado. E-Journal Teknik Elektro Dan Komputer, 5(2), 1–7. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/view/11646/11238
Pramanik, P. D., Achmadi, M., & Nasution, D. Z. (2020). MEDIA BELAJAR INOVATIF BAGI SISWA SDN 05 PESANGGRAHAN JAKARTA : PKM DENGAN KONSEP SERVICE LEARNING. 1(1).
Ritonga, R. S., Nofianti, R., Arifin, D., & Patuzahra, S. (2024). Efektivitas Play Therapy dalam Pengendalian Emosi Anak Usia. Jurnal Konseling Komprehensif, 19–26.
Rohmah, I. M., & Yuliasari, H. (2023). Post traumatic growth pada korban broken home ( Post traumatic growth in broken home victims ). Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set, 14(1), 32–42.
Sabila, F., Matondang, P., Astuti, N. H., & Rokan, N. H. (2024). Peran Dukungan Sosial terhadap Trauma Broken Home pada Anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 26622–26629.
Widyastuti, C., Widha, L., & Aulia, A. R. (2019). Play Therapy Sebagai Bentuk Penanganan Konseling Trauma Healing Pada Anak Usia Dini. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam, 16(1), 100–111. https://doi.org/10.14421/hisbah.2019.161-08