Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga melalui Pelatihan dan Pendampingan Eco-Enzyme di Kelurahan Serangan, Kota Denpasar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Permasalahan pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi isu utama di Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Akibat masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan serta pemanfaatan limbah secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi produk bernilai tambah berupa Eco-Enzyme. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi lapangan, pemberian sosialisasi, pelatihan teknis, demonstrasi langsung, serta pendampingan praktik pembuatan Eco-Enzyme secara berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta yang terdiri dari anggota PKK, Sekaa Teruna Teruni, perwakilan masyarakat, dan kepala lingkungan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelaksanaan program. Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yaitu dari 52% pada tahap awal menjadi 88% setelah intervensi, atau mengalami kenaikan sebesar 36%. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah mampu memahami serta mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan Eco-Enzyme, mulai dari proses pemilahan bahan organik, pencampuran komposisi, fermentasi, hingga pemanfaatan produk sebagai pembersih alami dan pupuk cair. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan Eco-Enzyme terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri serta berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Referensi
Agustina, T. E., Faizal, M., Melwita, E., Nurisman, E., Framita, R. M., & Taufik, M. (2025). Utilization of waste into eco-enzyme as organic fertilizer in Tanjung Jati Village, Muara Enim Regency. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 10 (2), 291–302.
Arista, R. A., Nugraheni, D., Qomaliyah, E. N., Widowati, T. R., Arifin, A. S., Santosa, K. N., & Yaqin, M. A. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah organik berkelanjutan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(2), 1327–1337.
Deviona, D., Chairul, C., Nasrul, B., Tabrani, G., Nelvia, N., Armaini, A., Marzuki, S., Sinaga, R. D., Setiawan, Y., Sitompul, D. E., Febiani, H., Rahimmi, A. F., Sandy, A. F., Khairunnisa, S. N., & Annisa, S. S. (2023). Grounding eco-enzyme to the community of Air Putih Urban Village through education and socialization of household organic waste processing. Journal of Community Engagement Research for Sustainability, 3(1), 55–62. https://doi.org/10.31258/cers.3.1.55-62
Ekawati, R., & Rahayu, S. (2025). Penerapan ekonomi sirkular dalam penanganan sampah di Kabupaten Sumbawa Barat. Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen dan Kewirausahaan, 6(2), 63–70.
Elviani, E., Farida, N., Wilis, R., Afrina, N. Y., & U., H. A. (2023). Pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi produk serba guna (eco-enzyme). Ikhlas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 22–27. https://doi.org/10.55616/ikhlas.v1i1.413
Hamdani, R. (2025). Optimization of organic waste management with a circular economy approach. Jurnal Pengabdian UNDIKMA.
Hoya, A. L., Abidin, J., & Baharudin. (2024). Innovation in processing household waste into eco-enzymes in the community in Merak Batin Village. Abdimas Paspama, 2(2), 1–9.
Ginasputri, H. N. A., Chumairoh, K. C., Akmalia, K. R., Kamil, M. N., Ismail, A. J., & Al Haris, M. (2026). Pemberdayaan siswa melalui pelatihan eco-enzyme di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Bangsri Jepara. Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(1), 35–39.
Karlita, L. (2023). Identifikasi karakteristik eco-enzyme berbahan sayuran dengan variasi gula aren dan gula kelapa (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).
Maharani, S. E., & Dewi, N. L. P. M. (2022). Implementasi pengomposan dan eco-enzyme dalam pengolahan sampah rumah tangga di Kelurahan Abianbase. Jurnal Ecocentrism, 2(2), 30–42.
Maspupah, U., Wijaya, A. B., Aziz, N. F., Atiyah, I. N. M., Aminah, M., Winanda, S. A., et al. (2023). Pemanfaatan limbah rumah tangga berupa sisa sayuran dan sisa buah-buahan sebagai alternatif pupuk organik cair (POC) dan solusi pengelolaan sampah di Desa Sanggreman, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Kampelmas, 2(2), 785–797.
Nafilah, D. U., et al. (2024). Making a multipurpose liquid (eco-enzyme) as an effort to increase public awareness in managing household organic waste. Jurnal Kolaboratif Sains.
Nufus, T. H., Saidatuningtyas, I., & Andini, F. (2025). Development and application of eco-enzyme for household organic waste management in Kampung Lio Area, Depok. Wikrama Parahita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9(1), 75–80. https://doi.org/10.30656/jpmwp.v9i1.9601
Prarikeslan, W., et al. (2023). Community empowerment through organic waste management using eco-enzyme. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA.
Rahayu, R. (2024). Organic waste management strategy to create sustainable circular economy. International Journal of Science and Environment.
Rendana, M. (2025). Eco-enzyme training for organic waste management. Community Empowerment.
Samadikun, B. P., et al. (2022). Organic solid waste management by producing eco-enzyme from fruit skin: Community service in Semarang City, Indonesia. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan.