PPMT Perancangan Tata Letak Fasilitas Kerja di Home Industry Irus untuk Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Produksi

Isi Artikel Utama

R Arri Widyanto
Lugman Ismail
Faridh Fajar Nugroho
Abi Rafdi
Imam Agus Faisal Wardani
Fadzan Fahrurrosak

Abstrak

Abstrak

Dusun Pogalan, Desa Karangkajen, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang memiliki penduduk yang mencapai 1.882 jiwa. Secang banyak dikenal karena merupakan sentra home industry diantaranya perajin irus dan centhong. Potensi bahan baku tersedia melimpah, potensi pasar terbuka lebar, harga jual yang bersaing dengan perajin lain. Home industri ini memiliki beberapa permasalahan, diantaranya  adalah peralatan yang digunakan masih konvesional, berupa bor, gergaji, tatah dan amplas. Tata letak fasilitas ruang produksi masih belum tertata, sehingga alur produksi masih kurang efektif dan efisien dalam proses produksi dan proses produksi  tidak efisien. Produk ini dipasarkan dengan cara menjual dipasar tradisional diwilayah secang maupun dibeberapa wilayah luar kota. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah: penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah peralatan menjadi lebih modern, mendapatkan pasar yang lebih besar, tata letak yang lebih baik untuk menunjang proses produksi dan jumlah produksi dapat bertambah. Limbah yang dihasilkan bernilai ekonomis dengan dijual ke pengusaha jamur tiram sebagai media tanam.

 Kata Kunci: Perancangan, Tata letak fasilitas, Home Industry

 Abstract

Pogalan Hamlet, Karangkajen Village, Secang District, Magelang Regency has a population of 1,882 people. The main livelihood of the inhabitants of the hamlet is farming. In addition, Secang is widely known for the craftsmen of irus and centhong. The potential of available raw materials is abundant, the market potential is wide open, the selling price is competitive with other crafters. The problem that occurs in this home industry is that the equipment used is still conventional, in the form of drills, saws, grits and sandpaper. The layout of the production space facilities is still not organized, so the production flow is still less effective and efficient in the production process and inefficient production process. Conventional marketing techniques are sold in traditional markets in several areas outside the city. The method used in solving this problem is counseling, training and mentoring. The results to be achieved in this activity are equipment becoming more modern, getting a bigger market, a better layout to support the production process and production per day can be increased. The waste produced is of economic value by selling it to oyster mushroom entrepreneurs as a planting medium.

Key Word: Design, Facility layout, Home Industry

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Referensi

Ardiansyah, M. A., & Rudianto, R. (2018). Pengembangan Dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Pada Industri Rumahan Pembuat Produk Lokal Berbahan Dasar Sagu Di Kota Palopo. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 29-34.

Didiharyono, D. (2016). Penerapan Metode Statistical Processing Control Untuk Menganalisis Pengendalian Kualitas Produk pada PT. Asera Tirta Posidonia (No. v4fx6). Center for Open Science.

Hapsari, Y. T., & Kurniawati. (2020). Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Peyek. Jurnal Terapan Abdimas, 5(1), 35–40. Retrieved from http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JTA/article/view/4644

Ibad, I., & Susilaningsih, S. (2019). Pemasaran Online Aneka Olahan Makanan Di Desa Jendi, Selogiri, Wonogiri. Jurnal Kewirausahaan Dan Bisnis, 24(13), 38. https://doi.org/10.20961/jkb.v24i13.25382

Muhammad Syarif Hidayatullah Elmas. (2017). Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) untuk Meminimumkan Produk Gagal pada Toko Roti Barokah Bakery. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi WIGA, 7(1), 15–22. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Nurdiansyah, B. (2015). Perancangan Tata Letak Fasilitas Pabrik Baru Dengan Metode Blocplan Di Ukm Greenbag Manufacturing (Doctoral dissertation, Universitas Widyatama).

Widayanti, F. D., & Kristiawan, I. (2020). Pemberdayaan Pemuda dalam Pengelolaan Limbah Kayu Bernilai Ekonomis di Desa Kemantren Kecamatan Jabung. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 2(1), 19. https://doi.org/10.36312/sasambo.v2i1.178

Zulkifli, A. (2014). Pengelolaan Limbah Berkelanjutan. Yogyakarta: Graha Ilmu.