Tingkat Pemahaman Ibu Pada Perawatan gigi anak Pada Komunitas Kelompok Mom and Me RS Islam Surabaya
Isi Artikel Utama
Abstrak
Abstrak
Berdasarkan data Riskesdas 2018, menunjukan 93% anak usia dini mengalami gigi berlubang. Beberapa penelitian menujukkan pentingnya pemahaman orang tua terhadap pengetahuan tentang perawatan gigi pada anak. Pengabdian masyaakat ini (1) Membuat leaflet terkait perawatan gigi anak sebagai bahan edukasi kepada masyarakat, (2) Menyelenggarakan kuliah Whatsup Grup (WAG) tentang perawatan gigi anak, (3) Membuat video edukasi terkait perawatan gigi anak sebagai bahan edukasi kepada masyarakat, (4) Melakukan edukasi melalui Youtube Chanel tentang perawatan gigi anak.dari pelaksanaan dapat disimpulkan Leaflet yang sudah dibuat sangat memberikan manfaat kepada semua pengunjung poli gigi RS Islam Surabaya meningkatkan pengetahuan para ibu untuk pentingnya menjaga kesehatan gigi anak. Kuliah WAG yang diadakan mampu meningkatkan pengetahuan ibu dan ayah peserta dengan kenaikan pengetahuan sebesar 23,71 %. Bagi ayah / ibu yang belum berkesempatan mengikuti kuliah WAG bisa berkesempatan untuk melihat youtube chanel RS Islam Surabaya dengan tema tingkat pemahaman ibu terhadap pemahaman perawatan kesehatan gigi anak.
Kata Kunci: Kesehatan gigi anak, Whatsup Grup, Leaflet, Youtube Chanel
Abstract
Based on data from Riskesdas 93% of early childhood experience cavities. Several studies have shown the importance of parental understanding of knowledge about dental care in children. This community service (1) makes leaflets related to children's dental care as educational materials for the community, (2) organizes Whatsup Group (WAG) lectures on children's dental care, (3) makes educational videos related to children's dental care as educational materials for the community, ( 4) Conducting education through the Youtube Chanel about children's dental care. From the implementation, it can be concluded that the leaflets that have been made are very beneficial to all visitors to the dental clinic of the Surabaya Islamic Hospital, increasing the knowledge of mothers about the importance of maintaining children's dental health. The WAG lectures that were held were able to increase the knowledge of the participants' mothers and fathers with an increase in knowledge of 23.71%. For fathers/mothers who have not had the opportunity to attend WAG lectures, you can have the opportunity to watch the YouTube channel of the Surabaya Islamic Hospital with the theme of the level of mother's understanding of the understanding of children's dental health care.
Key Word: Children's dental health, Whatsup Group, Leaflet, Youtube ChanelRincian Artikel
Terbitan
Bagian
Referensi
Agustini, K., & Ngarti, J. G. (2020). Pengembangan Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Model R & D. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(April 2020), 62–78.
Anandita, M. Y. R. (2020). Penyuluhan Kesehatan Melalui Telemedia Pada Ibu Hamil tentang Mempersiapkan Pemberian ASI Eksklusif (Health Education through Telemedia for Pregnant Women about Preparing for Exclusive Breastfeeding). Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita, 01(01), 56–65.
Apriani Ramadisu; Oktaviani, Wiwin A, Y. M. (2020). Pembuatan Video Metode Tangkap Layar Sebagai Media Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid-19. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Vol 4, No 6 (2020): DESEMBER, 1049–1057.
Ariyanti, R., Preharsini, I. A., & Sipolio, B. W. (2020). Edukasi Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hipertensi Pada Lansia. To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 74. https://doi.org/10.35914/tomaega.v3i2.369
Azzahra, R. (2017). Analisis Pembuatan Video Media Pembelajaran dalam Mata Kuliah Pembelajaran Menyimak 0leh Mahasiswa Kelas A Semester V Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Khairun Ternate. Widyabastra, 05(1), 8–14.
Didiharyono, D., & Qur'ani, B. (2019). Increasing Community Knowledge Through the Literacy Movement. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 17-24. https://doi.org/10.35914/tomaega.v2i1.235
Fakhriyah, F., Athiyya, N., Jubaidah, J., & Fitriani, L. (2021). Penyuluhan Hipertensi Melalui Whatsapp Group Sebagai Upaya Pengendalian Hipertensi. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2), 435. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i2.4479
Gayatri, R. W. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Anak Sdn Kauman 2 Malang. Journal of Health Education, 2(2), 201–210. https://doi.org/10.15294/jhe.v2i2.22612
Habibie, A. (2020). Youtube Chanel Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Mandiri di Era Industri 4.0 (p. 153).
Imany, S., Artanti, G. D., & Kandriasari, A. (2019). Pengembangan Media Video Pembelajaran Pembuatan Chiffon Cake Pada Mata Kuliah Kue Kontinental. Media Pendidikan, Gizi, Dan Kuliner, 8(2), 63–66. https://doi.org/10.17509/boga.v8i2.21966
Kemenkes. (2002). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANA.
Ma’usara, S. (2020). PENGGUNAAN MEDIA YOUTUBE PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN SISWA KELAS VIII MTs NEGERI 13 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2019 / 2020 Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidika.
Maharani, D. A., & Rahardjo, A. (2013). Mothers’ Dental Health Behaviors and Mother-Child’s Dental Caries Experiences: Study of a Suburb Area in Indonesia. Makara Journal of Health Research, 16(2), 72–76. https://doi.org/10.7454/msk.v16i2.1632
Meliyanti, F. (2015). Efektivitas Penggunaan Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Kelas VIII Tentang HIV / AIDS Di SMP Negeri 2 Ogan Komering Ulu. Jurnal Akademika Baiturrahim, 4(2), 26–34.
Mulyati, S., & Amita, N. (2013). Praktek merawat gigi pada anak. 2(2), 130–135.
Nadie Fatimatuzzahro, Rendra Chriestedy Prasetya, W. A. (2016). Bangsalsari yaitu 5 . Indeks gigi yang karies ( D ) lebih dominan yaitu sekitar 67 % dibanding gigi yang telah dicabut ( M ) sebanyak 2 % dan gigi yang telah ditambal ( F ) hanya 1 %. Masih tinggi nya gigi yang karies ( D ) dibandingkan gigi yang sudah di. Jurnal IKESMA, 12, 84–90.
Nubatonis, M. O. (2017). Promosi Kesehatan Gigi dengan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Status Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Kota Kupang. Jurnal Info Kesehatan, 15(2), 451–468.
Oktarina, O., Tumaji, T., & Roosihermiatie, B. (2017). Korelasi Faktor Ibu Dengan Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak Taman Kanak-Kanak Di Kelurahan Kemayoran Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 19(4), 226–235. https://doi.org/10.22435/hsr.v19i4.6815.227-235
Putriyani, S. (2021). Pekatihan pembelajaran daring menggunakan aplikasi whatsapp bagi guru SMP. Maspun Journal of Community Empowerment, 3(1), 49–53.
Razi, P., Surayah, & Widia. (2020). Promosi Kesehatan Dengan Pola Asah, Asih Dan Asuh Dalam Meningkatkan Kemandirian Menyikat Gigi Pada Anak Usia Dini Di Tk Khalifah 2 Jambi Tahun 2019. Ramanujan Journal, 1(2), 7–12.
Riskesdas. (2018). Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (p. 198).
Senjaya, A. A. (2016). Gigi lansia. Jurnal Skala Husada, 13(1), 72–80.
Soediono, B. (2014). Info Datin Kemenkes RI Kondisi Pencapaian Program Kesehatan Anak Indonesia. Journal of Chemical Information and Modeling, 53, 160.
Yuniati, I., Suyuthi, H., & Hakim, M. (2021). Pelatihan Pemanfaatan Media Youtube Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sma It Kota Bengkulu. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 38–47.