Penerapan Program Alat Pelindung Diri pada Pekerja dalam Upaya Mengurangi Paparan Uap Bahaya Kimia Diindustri Percetakan

Main Article Content

Octavianus Hutapea
moch sahri
Muhammad Fifin Kombih
Roy Rendrawan
Adini Risanti Anggun Putri
Shelfira Ardita

Abstract

Benzene merupakan salah satu bahan kimia yang karsinogenik. Penggunaan benzene pada beberapa negara sudah dibatasi akan tetapi masih ada perusahaan yang menggunakan. Salah satu Penggunaan benzene ditemukan pada  industry percetakan sebagai pelarut tinta. Hasil  survey yang telah dilakukan dilokasi kegiatan, ditemukan keluhan yang dirasakan oleh pekerja di bagaian produksi seperti batuk, bersin, berdahak, sesak nafas, mual, pusing, mudah lelah dan keluhan gejala neurutoksik . Hal ini jika dibiarkan dan tidak ada perhatian khusus dari berbagai pihak,maka risiko terjadinya penyakit akibat kerja juga semakin tinggi. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengurangi paparan uap benzene melalui penerapan alat pelindung diri yang sesuai. Kegiatan  ini di mulai dengan survey,  pembagian alat pelindung diri dan pelatihan demontrasi penggunaan APD tersebut.. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Saran   dari   kegiatan ini agar tetap terus berlanjut perlu dilakukan pengawasan dari pohak perusahaan maupun dari pos upaya Kesehatan kerja sepetmapt terhadap kedisiplinan pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri dan juga menyediakan alat pelindung diri untuk jangka Panjang. 

Article Details

Section

Articles

References

ATSDR’. (2007). Toxicological Profile for Benzene. ATSDR’s Toxicological Profiles, August. https://doi.org/10.1201/9781420061888_ch38

Febriantika, D., Sulistyani, S., & Budiyono, B. (2017). Analisis Risisko Kesehatan Pajanan Benzena Di Industri Percetakan X Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 5(1), 430–437.

Ikasari, N., Lantara, D., Chairany, N., & Bella, A. (2018). Analisa Penerapan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Produktivitas Karyawan Dengan Pendekatan Ergonomi Parsipatori Di Percetakan. Journal of Industrial Engineering Management, 3(1), 40. https://doi.org/10.33536/jiem.v3i1.203

Indragiri, S., & Salihah, L. (2020). Hubungan Pengawasan Dan Kelengkapan Alat Pelindung Diri Dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri. Jurnal Kesehatan, 10(1), 1238–1245. https://doi.org/10.38165/jk.v10i1.2

Kartikasari, S. E., & Sukwika, T. (2021). Disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui pemakaian alat pelindung diri di laboratorium kimia PT Sucofindo Jakarta. VisiKes, 20(1).

Rahmiati, R., Andriaty, S. N., & Andri, A. (2019). Hubungan Pengetahuan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Industri Batu Bata. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 6(2), 152–159. https://doi.org/10.33024/jikk.v6i2.2202

Sahri, M., Hutapea, O., & Rhomadhoni, M. N. (2020). Hubungan Karakteristik Pekerja dengan Keluhan Kesehatan Pada Pekerja Industri Percetakan Sektor Informal. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(04), 192–199. https://doi.org/10.33221/jikm.v9i04.721

Setiyowati, S. D. (2010). Penerapan Penggunaan Alat Pelindung Diri Sebagai Upaya Perlindungan Terhadap Tenaga Kerja Di Pt Bayer Indonesia- Bayer Cropsceince. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Solichin, Endarto, Farid, E., & Ariwinanti, D. (2014). Penerapan Personal Protective Equipment ( Alat Pelindung Diri ) Pada LABORATORIUM PENGELASAN. Penerapan Personal Protective Equipment (Alat Pelindung Diri) Pada Laboratorium Pengelasan, 22(1), 89–103.

Undang-undang Republik Indonesia. (1970). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja. Ann. Rep. Vet. Lab. N. England Zool. Soc. Chester Zool. Gardens, 5, unpaginated.

Yuantari, C., & Nadia, H. (2018). Analis Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Petugas Kebersihan di Rumah Sakit. Faletehan Health Journal, 5(3), 107–116. https://doi.org/10.33746/fhj.v5i3.20