Analisis Dampak Negatif Kegiatan Pengunjung Yang Menyebabkan Penurunan Kualitas Lingkungan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung)
DOI:
https://doi.org/10.55113/fwj.v2i1.624Keywords:
Wisata Bahari, Pantai Teluk Hantu, Sampah, Dampak PariwisataAbstract
Daya tarik wisata bahari tidak dapat dipungkiri keindahannya untuk dinikmati oleh setiap orang, baik perairan dan pesisirnya. Salah satu wisata bahari yang saat ini menjadi destinasi wisata tujuan yang ramai dikunjungi adalah Pantai Teluk Hantu yang berada di Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran yang memiliki ciri khas perairan lautnya yang berwarna biru, jernih dan ombak yang besar serta pasir nya yang putih, lembut dan bersih. Pantai Teluk hantu dikelilingi oleh tebing-tebing dan pepohonan yang tumbuh diatasnya sehingga menjadikan setiap orang merasa nyaman dan sejuk berada disana, ditambah dengan banyaknya spot foto yang indah. Namun semakin terkenalnya suatu lokasi wisata maka semakin besar jumlah pengunjung yang datang setiap harinya, tidak jarang pengunjung meninggalkan sisa–sisa sampah bekas makanan dan minuman dari kegiatan pariwisata yang dilakukan. Hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan yang jika dibiarkan dan tidak dikelola dengan tepat akan mengganggu ekosistem sekitar lokasi wisata. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan pengunjung dan dampak apa yang ditimbulkan dari kegiatan pariwisata. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pengunjung, pengelola, dan masyarakat di Pantai Teluk Hantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan pengunjung di Pantai Teluk Hantu yaitu antara lain fotografi, menikmati keindahan pantai, bermalam atau camping dengan membuat api unggun serta pelaksanaan kegiatan even-even kelompok motor atau mobil. Dengan adanya kegiatan tersebut tidak jarang sampah yang ditinggalkan menumpuk sehingga membuat lokasi wisata terlihat kotor. Pengelolaan yang dilakukan oleh pengelola pantai sebatas menumpuk sampah kemudian dibakar. Hal tersebut dirasa belum maksimal dalam penanggulanganya sehingga diperlukan langkah lain dalam pengelolaan.References
Damanhuri,E. Dan Padmi,T. 2016. Pengelolaan Sampah Terpadu: Edisi Pertama. Penerbit Itb. Bandung. 30-40
Dahuri Rokhmin, Dkk. 2004. Sumber Daya Wilayah Pesisir Dan Laut. Jakarta : Pt. Pradnya Paramita.
Hasan, I, M. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya. Penerbit Ghalia Indonesia : Jakarta
Kristina Jayadi, Elizabeth; Eka Mahadewi, Ni Made; Sasrawan Mananda, I Gpb. 2017. Karakteristik Dan Motivasi Wisatawan Berkunjung Ke Pantai Green Bowl, Ungasan, Kuta Selatan, Bali. Jurnal Analisis Pariwisata, [S.L.], V. 17, N. 2, P. 69-77. Issn 1410-
Shantika, Budi; Mahagangga, I Gusti Agung Oka.2018. Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Pulau Nusa Lembongan. Jurnal Destinasi Pariwisata, [S.L.], V. 6, N. 1, P. 177-183. Issn 2548-8937.
Widyarini, I Gusti Ayu; Sunarta, I Nyoman. 2019. Dampak Pengembangan Sarana Pariwisata Terhadap Peningkatan Jumlah Pengunjung Di Wisata Alam Air Panas Angseri, Tabanan. Jurnal Destinasi Pariwisata, [S.L.], V. 6, N. 2, P. 217-223. Issn 2548-8937.
Yoeti, Oka A, 2008. Perencanaan Dan Pengembangan Pariwisata. Pradnya Paramita: Jakarta