LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottoni DENGAN BOBOT BIBIT BERBEDA MENGGUNAKAN JARING TRAWL DAN LONG LINE

Authors

  • Yusran Yusran Universitas Andi Djemma
  • Henny Tribuana Cinnawara Universitas Andi Djemma
  • Marhayana Syarifuddin Universitas Andi Djemma Palopo

DOI:

https://doi.org/10.55113/fwj.v2i1.630

Keywords:

Bobot awal, komoditas, teknik budidaya, E. cottonii, Pantai Porang

Abstract

Rumput laut E. cottonii merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Teknik budidayanya dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan menggunakan metode trawl dan metode longline. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot bibit terhadap laju pertumbuhan E. cottonii. Berat bobot bibit yang digunakan yaitu 100 gr, 200 gr, dan 300 gr. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus - September 2020, bertempat di Pantai Ponrang Kabupaten Luwu. Metode analisis data menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang dilanjutkan dengan analisis Anova. Parameter perairan yang diukur antara lain suhu, salinitas, pH, kecerahan, dan kecepatan arus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat bobot bibit awal yang berbeda pada kedua metode yang digunakan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap  pertumbuhan (F Hit > F Tabel 1%). Bobot bibit 100 gr pada trawl dan 200 gr pada longline memberikan pertumbuhan  lebih baik pada E. cottonii dengan nilai rata-rata harian sebesar 4,5% dan 3,6%. Laju pertumbuhan rumput laut E. cottonii  dengan menggunakan metode trawl lebih baik dari pada metode long line.

References

Anggadiredja, J.T., Zatnika, A., Purwoto, H., dan Istini, S. 2006. Rumput laut; pembudidayaan, pengolahan dan pemasaran komoditas perikanan potensial. Penebar Swadaya. Jakarta.

Arli. 2019. Pengembangan Industri Rumput Laut Indonesia – Kesediaan Bahan Baku. Seminar Nasional Sinergitas Implementasi Kebijakan Pengembangan Industri Rumput Laut Nasional. Jakarta

Alifatri, L. 2012. Laju pertumbuhan dan kandungan agar Gracilaria verrucosa dengan perlakuan bobot bibit terhadap jarak tanam di tambak balai layanan usaha produksi perikanan budidaya Karawang. Jawa Barat. Skripsi. IPB. Bogor.

Brower, J.E., Zar, J.H., and von Ende, C.N. 1990. Field and laboratory methods for general ecology. Third edition. America: Wm.C. Brown Publishers.

Buschmann, A.H., D. Varela., M. Cifuentes., M.C. Hernandez-Gonzalez., L. Henriquez.,R. Westermeier., and J.A. Correa. 2004. Experimental indoor cultivation of the carrageenophytic red algae Gigartina skottsbergii. Aquaculture 241: 357-370

Darmawati, 2012. Perubahan sel rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan pada kedalaman berbeda. Jurnal Octopus Volume 1 No. 2

Dawes, C.J., A.O. Liuisma., and G.C. Trono.1994. Laboratory and field growth studies of commercial strains of Eucheuma denticulatum and Kappaphycus alvarezii in the Philippines. Journal Appl. Phycol 6: 21-24

Dewi,A.A.T., 2018. “Pengaruh pemberian enzim pada pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan gabus (Channa Striata bloch, 1793)â€, Skripsi. Hal:15-19

Effendi, M. I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nustama. Yogyakarta

Ghomez, K.A., and Ghomez, A.A. 2010. Prosedur statistik untuk penelitian pertanian. Edisi kedua. UIP.Jakarta. 698 hlm

Gordillo, F.J.L., M.J. Dring., and G. Savidge. 2002. Nitrate and phosphate uptake characteristics of three species of brown algae cultured at low salinity. Marine Ecology Progress Series Vol. 234: 111-118

Hurtado, A.Q., R.F. Agbayani., R. Sanares., and M.T.R. Castro-Mallare. 2001. The seasonality an d economic feasibility of cultivating Kappaphycus alvarezii in panangatan Cays, Caluya, Antique, Philippines. Aquaculture 199: 295-310

Kordi K, M. G. H, 2010. Budidaya Biota Aquatic Untuk Pangan, Kosmetik dan Obat-obatan. Lily Publisher; Yogyakarta.

Kartono., M.Izzati., Sutimin., dan D. Insani. 2008. Analisis model dinamik pertumbuhan biomassa rumput laut Gracillaria verrucosa. Jurnal Matematika Vol. 11 No.1: 20-24

Mamang, N. 2008. Laju Pertumbuhan Bibit Rumput Laut Eucheuma cattonii Dengan Perlakuan Asal Thallus Terhadap Bobot Bibit di Perairan Lakeba, Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Masyahoro dan Mappiratu. 2010. Respon pertumbuhan pada berbagai kedalaman bibit dan umur panen rumput laut Eucheuma cottonii di Perairan Teluk Palu. Media Litbang Sulteng III (2) : 104 – 111

Martinez, B., and J.M. Rico. 2004. Inorganic nitrogen and phosphorous uptake kinetics in Palmaria palmata (Rhodophyta). Journal of Phycology 40: 642-650

Patahiruddin. 2015. Pengaruh kerapatan bibit terhadap pertumbuhan rumput laut (Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss) di tambak budidaya Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. Tesis.

Patang dan Yunarti. 2013. Pengaruh Berbagai Metode Budidaya dalam Meningkatkan Produksi Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Kasus di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep). Jurnal Galung Tropika Vol. 2 (2): 60-63.

Pongarrang D, Rahman A dan Iba W. 2013. Pengaruh Jarak Tanam dan Bobot Bibit Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Menggunakan Metode Vertikultur. Jurnal Mina Laut Indonesia. Vol.3, (12) : 94-112, ISSN 2303-3959.

Sahabuddin., dan A. M. Tangko. 2008. Pengaruh jarak lokasi budidaya dari garis pantai terhadap pertumbuhan dan kandungan karaginan rumput laut Eucheuma cottoni. Seminar nasional kelautan IV. Surabaya. 4 hal.

Ohno, M., D.B. Largo., and R. Ikumoto. 1994. Growth rate, carrageenan yield and gel properties of cultured kappa-carrageenan producing red algae Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty in sub tropical waters of shikoku, Japan. Journal of Applied Phycology 6: 1-5

Wu, C., L. Renzhi., L. Guangheng., W. Zhongcun., D. Liangfeng., Z. Jingpur., and H. Xiaohang. 1984. Utilization of ammonium-nitrogen by Prophyra yezoensis and Gracilaria verrucosa. Hydrobiologia 116/l 17: 475-477

Published

2021-02-28