KAJIAN KANDUNGAN KLOROFIL RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DENGAN BOBOT BIBIT BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN MENGGUNAKAN JARING TRAWL DI KABUPATEN LUWU
DOI:
https://doi.org/10.55113/fwj.v2i1.653Keywords:
Zat hijau daun, fotosintesis, pertumbuhan, Eucheuma cottonii, jaring trawlAbstract
Rumput laut Eucheuma cottonii sebagai tanaman yang hidup di perairan dan memiliki zat hijau daun (klorofil) yang berperan utama dalam fotosintesis dan pertumbuhan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan E. cottonii adalah dengan penentuan bobot bibit yang sesuai dengan metode budidaya yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan selama 44 hari di mulai pada tanggal 25 Juni sampai 8 Agustus 2020, di perairan Pantai Ponrang, Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu perlakuan A bobot bibit 100 gram; perlakuan B bobot bibit 200 gram; dan perlakuan C bobot bibit 300 gram menggunakan jaring trawl. Data yang didapatkan selama penelitian meliputi kandungan klorofil, laju pertumbuhan dan parameter kualitas air. Data dianalisis dengan sidik ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil dengan bobot bibit berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii. Bobot bibit yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan. Hasil pertumbuhan terbaik didapatkan pada perlakuan kelompok 2, dilanjutkan perlakuan kelompok 1 dan kelompok 3.References
Abidin, Z. 1987. Ilmu Tanaman. Penerbit Angkasa. Bandung
Akmal 2012. Kandungan Klorofil-a dan Katotenoid Rumput Laut Kappaphycus alvarezii yang di budidayakan Pada Kedalama yang. Berbeda Jurnal Ilmu Perikanan . Vol 1. Nomor. 1
Aslan, M. 2006. Budidaya rumput laut. Kanisius. Yogyakarta
Elliot, J. M and M. A. Hurley. 1995. Functional Ecologi. Volume IX. British Ecological Society. British. p. 625-627
Gantt, E., and F.X. Cunningham. 2001. Algal Pigments. Encyclopedia of live sciences. John Wiley & Sons. Ltd.
Glenn, E.P., and M.S. Doty. 1990. Growth of seaweed Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum and Eucheuma denticulatum as effeted by enviroment in Hawaii. Aquaculture 84: 245-255
Ikrom, B. A. 2013. Kandungan Klorofil-a dan Karaginan E. cottonii yang Ditanam pada Kedalaman Berbeda di Desa Palasa, Pulau Poteran. Jurnal Teknik Pomits. 2 (1) ISSN: 2337 – 3539
Mubarak, H., Sulistijo., Djamali, A., dan Sumadhiharga, O.K. 1998. Sumber daya rumput laut. Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumber daya Ikan Laut, LIPI. Jakarta : 226-241
Naguit, M.R.A., and W.L. Tisera. 2009. Pigment Analysis on Eucheuma denticulatum (Collins And Hervey) and Kappaphycus alvarezii (Doty) Cultivars Cultured at Different Depths. Journal The Threshold Volume IV.
Peni, D.K. Solichatun, dan E. Anggarwulan. 2003. Pertumbuhan, Kadar Klorofil Karotenoid, Saponin, Aktivitas Nitrat Reduktase Anting-anting (Acalyph indica L.) pada Konsentrasi Asam Giberelat (GA3) yang Berbeda. Jurusan Biologi FMIPA. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 57126.
Ramus, J., S.I. Beale, D. Mauzerall, and K.L. Howar. 1976. Change in Photosynthetic Pigment Concentration in Seaweed as a Function Marine Biological Laboratory; Woods Hole, Messachustts, USA. Journal Marine Biology 37, 223-229
Sahoo, D., dan M., Ohno. 2003. Culture of Kappaphycus alvarezii in Deep Seawater and Nitrogen enriched medium. Bull. Mar. Sci. Fish. Kochi Univ., Vol., 22; 89-96.
Yusuf, M.I. 2004. Laju Pertumbuhan Harian, Produksi dan Kualitas Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty, 1988 yang Dibudidayakan dengan Sistem Aliran Air Media dan Tallus Benih yang Berbeda. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar