Kondisi Tutupan Karang dan Frekuensi Kemunculan Hard Coral dengan Metode LIT (Line Intercept Transect) pada Perairan Pulau Jinato Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar
DOI:
https://doi.org/10.55113/fwj.v3i1.998Keywords:
Hard Coral, Kondisi Tutupan Karang, Line Intercept Transect, TNTBRAbstract
TNTBR merupakan Taman Nasional Laut yang terletak di daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Taman Nasional tersebut menjadi salah satu lokasi penelitian pada dunia konservasi. Salah satu lokasi strategis untuk penelitian tersebut terletak di Pulau Jinato dengan kondisi terumbu karang yang masih bagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tutupan karang hidup dan frekuensi kemunculan jenis karang keras (hard coral) di lokasi tersebut. Penelitian dilakukan di dua kedalaman yaitu kedalaman 4 meter dan kedalaman 7 meter selama 2 bulan. Metodologi yang digunakan untuk mengetahui persentase tutupan dan frekuensi kemunculan karang keras dengan Metode LIT (Line Intercept Transect). Pengamatan dilakukan dengan menggunakan tiga stasiun, tiap satu stasiun dipasang rol sepanjang 50 meter. Pemasangan transek dipasang sejajar dengan garis pantai dan mengikuti pesisir pantai, dilakukan 2 kali pengulangan dengan dua kedalaman yang berbeda. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi terumbu karang pada perairan Pulau Jinato berada pada kategori karang baik dengan rata-rata persentase tutupan karang hidup 57.11%. Selanjutnya, total frekuensi kemunculan karang keras yang mendominasi yakni Acropora Branching (ACB) sebesar 42 kemunculan sedangkan yang paling rendah yakni Acropora Submassive (ACS) sebesar 2 kemunculan.
References
Setiawan, H. (2013). Ancaman Terhadap Populasi Kima (Tridacna sp.) dan Upaya Konservasinya di Taman Nasional Taka Bonerate. Buletin Eboni, 10(2): 137-147. https://doi.org/10.20886/buleboni.5020
Manaf, M. (2007). Analisis Pemanfaatan Ruang di Wilayah Pesisir Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Salayar. Plano Madani: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 4(2): 10-21. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/issue/view/177
Sunarni, M. (2017). Implementasi Kebijakan Pengelolaan Terumbu Karang di Taman Nasional Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Rismang, R., Rauf, A., & Rustam, R. (2018). Kajian Pengembangan Kawasan Konservasi Penyu Sebagai Kawasan Ekowisata di Dusun Tulang Desa Barugaiya Kabupaten Kepulauan Selayar. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 1(29). https://doi.org/10.26858/jptp.v1i0.6230
Nur, A. R. M. (2018). Pemetaan Objek Wisata Bahari Kabupaten Kepulauan Selayar Berbasis Sistem Informasi Geografi. Jurnal Environmental Science, 1(1): 1-8. https://doi.org/10.35580/jes.v1i1.7337
Akhmad, Z., Tuwo, A., & Wikantari, R. (2015). Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar. Jurnal Pepatuzdu, 10(1), 97-104. http://dx.doi.org/10.35329/fkip.v10i1.41
Burhanudin, M. F. (2018). Integrasi Peran Pada Wisata Hiu: Model Bisnis Ekowisata Daya Tarik Hiu di Pulau Tinabo Takabonerate. Prosiding Simposium Nasional Hiu Pari Indonesia Ke-2 Tahun 2018, 331-338.
Sarim, M. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Wisatawan untuk Berwisata ke Resort Pulau Tinabo Taman Nasional Takabonerate Kab. Kepulauan Selayar. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Skripsi. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/10274
Alam, S. & Abdul, L. (2015). Analisis Pendampingan Pelaksanaan Community Base Management (CBM) pada Program Coral Reef Rehabilitation and Management (Coremap) di Kawasan Taman Nasional Takabonerate Selayar. Pepatuzda, 10(1): 85-96.
Asri/PEH-Penyelia. (2018). Salah Satu Keindahan yang dimiliki TN. Taka Bonerate, Pulau Jinato. Tntakabonerate. https://tntakabonerate.com/id/salah-satu-keindahan-yang-dimiliki-tn-taka-bonerate-pulau-jinato.
Wikipedia. (2020). Jinato, Takabonerate, Kepulauan Selayar. In Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Jinato,_Takabonerate,_Kepulauan_Selayar
Giyanto. (2013). Metode Transek Foto Bawah Air untuk Penilaian Kondisi Terumbu Karang. Oseana, 28(1): 47-61.
English S., C. Wilkinson & V. Baker. 1994. Survey Manual for Tropical Marine Resources. ASEAN-Australia Marine Science Project: Living Coastal Resources.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51.2004. Baku Mutu Air Untuk Biota. Menteri Lingkungan Hidup. Jakarta.
Bengen, D.G. 2000. Sinopsis Ekosistem dan Sumber Daya Alam Pesisir. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor, Indonesia.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 2001. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2001 tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang. Jakarta.
Wilkinson, Wibisono, M. S. (2006). Pengantar Ilmu Kelautan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005.
Berumen, M.L., Pratchett, M. S. (2006). Recovery without Resilience: Persistent Disturbance and Long-term Shifts in the Structure of Fish and Coral Communities at Tiahura Reef, Moorea. Coral Reefs. 25(4): 647-653.
Rani, C., J. Jompa, Amiruddin. (2004). Pertumbuhan Tahunan Karang Keras Porites Lutea di Pulau Spermonde: Hubungannya dengan Suhu dan Curah Hujan. Jurnal Torani, 14(4): 195-203.
Purnomo, W. P. dan M. Mahmudi. (2009). Kondisi Terumbu Karang di Kepulauan dalam Kaitannya dengan Gradasi Kualitas Perairan. Jurnal Oseana, 2(2). http://dx.doi.org/10.20473/jipk.v1i1.11704