ISTINBAT HUKUM DALAM MERUMUSKAN KEBOLEHAN MENGKASAR SHALAT DALAM PERJALANAN

Authors

  • Umar Laila Universitas Andi Djemma
  • Usman Jafar

DOI:

https://doi.org/10.64078/tociung.v5i1.3133

Keywords:

istinbat hukum, qashar shalat, perjalanan, rukhsah, fiqih Islam

Abstract

Istinbat hukum merupakan proses penarikan hukum dari dalil-dalil syariat untuk menjawab permasalahan hukum yang muncul di tengah masyarakat. Artikel ini membahas istinbat hukum dalam konteks kebolehan mengqashar shalat bagi musafir. Dengan menggunakan pendekatan normatif dan analisis terhadap dalil Al-Qur'an, hadis, serta pandangan para ulama, kajian ini mengungkapkan bahwa kebolehan mengqashar shalat memiliki landasan yang kuat dalam syariat Islam. Artikel ini juga menjelaskan kriteria perjalanan yang membolehkan pengqasharan shalat, seperti jarak minimum, niat perjalanan, dan tujuan yang tidak bertentangan dengan syariat. Melalui analisis istinbat hukum, disimpulkan bahwa kebolehan mengqashar shalat adalah bentuk kemudahan (rukhsah) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban ibadah dan kondisi perjalanan yang sering kali melelahkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman umat Islam tentang hukum-hukum perjalanan dalam ibadah shalat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qaradawi, Yusuf. (2001). Fiqh al-Aqalliyyat al-Muslimah: Hayatuhum wa Istiqamatuhum. Beirut: Mu'assasah ar-Risalah.

Al-Qurtubi, Muhammad ibn Ahmad. (2003). Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Bukhari, Muhammad ibn Ismail. (2000). Shahih al-Bukhari. Riyadh: Dar as-Salam.

Hanbali, Ahmad ibn Muhammad. (1996). Al-Mughni. Beirut: Dar al-Fikr.

Khallaf, Abdul Wahab. (2008). Ilm Ushul al-Fiqh. Kairo: Dar al-Hadith.

Muslim ibn al-Hajjaj. (2001). Shahih Muslim. Riyadh: Dar as-Salam.

Zuhaili, Wahbah. (2004). Ushul al-Fiqh al-Islami. Damaskus: Dar al-Fikr

Published

2025-02-28