KONTRIBUSI HUTAN RAKYAT TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA

Penulis

  • Musdi Musdi Universitas Muhammadiyah Jambi
  • Hardjanto Hardjanto Fakultas kehutanan Institut Pertanian Bogor
  • Leti Sundawati Fakultas kehutanan Institut Pertanian Bogor

DOI:

https://doi.org/10.55285/bonita.v2i2.493

Kata Kunci:

Hutan Rakyat, Kontribusi, Pola Tanam

Abstrak

Pengelolaan hutan rakyat diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari kontribusi hutan rakyat yang dihasilkan. Pemilihan pola tanam dapat menjadi faktor pendukung didalam keberhasilan mengelola hutan rakyat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani dengan pola tanam yang diterapkan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden 100, yang merupakan petani hutan rakyat yang berdomisili di Kecamatan Kabawo. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pola tanam hutan rakyat di Kecamatan Kabawo terdiri atas 3 macam yaitu monokultur, kebun campuran dan agroforestry dengan 81 % petani mengadopsi pola tanam monokultur. Pola tanam ini dipilih karena dalam perawatannya tidak membutuhkan perlakuan yang banyak. Kontribusi pendapatan hutan rakyat adalah 7,25% dari rata-rata pendapatan total keluarga petani per tahun. Rendahnya kontribusi hutan rakyat disebabkan oleh usaha hutan rakyat masih merupakan pekerjaan sampingan dan luas lahan yang digunakan tergolong kecil.

Biografi Penulis

  • Musdi Musdi, Universitas Muhammadiyah Jambi
    Prodi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Jambi
  • Hardjanto Hardjanto, Fakultas kehutanan Institut Pertanian Bogor
    SINTA ID : 6186599
  • Leti Sundawati, Fakultas kehutanan Institut Pertanian Bogor
    SINTA ID : 6009039

Referensi

Achmad B, Purwanto RH. 2014. Peluang adopsi system agroforestry dan kontribusi ekonomi pada berbagai pola tanam hutan rakyat di Kabupaten Ciamis. Jurnal Bumi Lestari. 14(1): 15-26.

Aji GB, Suryanto J, Yulianti R, Wirati A, Abdurrahman AY, Miranda TI. 2014. Strategi pengurangan kemiskinan di desa-desa sekitar hutan: pengembangan model PHBM dan HKm. Laporan Penelitian. Pusat Penelitian Kependudukan. Jakarta (ID). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Aminah LN, Qurniati R, Hidayat W. 2013. Kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani di Desa Buana Sakti Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari. 1(1): 47-54.

Assogbadjo AE, Kakaï, RG, Vodouhê FG, Djagoun CAMS, Codjia JTC, Sinsin B. 2012. Biodiversity and socioeconomic factors supporting farmers’ choice of wild edible trees in the agroforestry systems of Benin (West Africa). Forest Policy and Economics. 14(1): 41-49.

Attar M. 2000. Hutan Rakyat: Kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga petani dan perannya dalam perekonomian desa (Kasus di Desa Sumberejo Kab. Wonogiri, Jawa Tengah. Di dalam: Suharjito D, editor. Hutan Rakyat di Jawa. Bogor (ID). Fakultas Kehutanan IPB.

Hudiyani I, Purnaningsih N, Asngari PS, Hardjanto. 2017. Persepsi petani terhadap hutan rakyat pola agroforestry di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Penyuluhan. 13(1).

Irundu, Fatmawati. 2019. Potensi Hutan Rakyat Sebagai Penghasil Pangan di Desa Paku Kabupaten Polman Sulawesi Barat. Jurnal Hutan dan Masyarakat. 11(1): 41-48.

Lembaga Penelitian IPB. 1983. Studi Kelayakan Usaha Tani Hutan Rakyat di Propinsi Jawa Barat. Bogor (ID). Lembaga Penelitian IPB.

Martini E, Tata HL, Mulyoutami E, Tarigan J, Rahayu S. 2010. Membangun kebun campuran. Bogor (ID). ICRAF World Agroforestry Center.

Norgrove L, Hauser S. 2016. Biophysical criteria used by farmers for fallow selection in West and Central Africa. Ecological Indicators. 61: 141-147.

Nyagumbo I, Mkuhlani S, Mupangwa W, Rodriguez D. 2017. Planting date and yield benefits from conservation agriculture practices across Southern Africa. Agricultural Systems. 150: 21-33.

Oktalina SN, Awang SA, Suryanto P, Hartono S. 2015. Strategi petani hutan rakyat dan konstribusinya terhadap penghidupan di Kabupaten Gunungkidul. Kawistara. 5(3): 221-328.

Pramono AA, Fauzi MA, Widyani N, Heriansyah, Roshetko JM. 2010. Pengelolaan hutan jati rakyat. Bogor (ID): Forest Watch Indonesia.

Pranamulya AS, Syafruddin O, Setiawan W. 2013. Nilai ekonomi tumpang sari pada hutan rakyat (Studi kasus di kawasan hutan rakyat Tembong Podol Desa Rambatan Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan). Wanaraksa. 7(1)

Pratama AR., Yuwono SB, Hilmanto R. 2015. Pengelolaan hutan rakyat oleh kelompok pemilik hutan rakyat di Desa Bandar Dalam Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Sylva Lestari. 3(2): 99-112.

Rendra PPR, Sulaksana N, Alam BY. 2016. Optimalisasi pemanfaatan system agroforestry sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi tanah longsor. Bulletin of Scientific Contribution. 14(2): 117-126.

Rochmayanto Y, Supriadi R. 2012. Skala ekonomis usaha hutan rakyat kayu pulp di Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 9 (2): 87-95.

Saraswati Y, Dharmawan AH. 2014. Resiliensi nafkah rumah tangga petani hutan rakyat di Kecamatan Giriwoyo Wonogiri. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 71-84

Setyadi LB. 2009. Analisis kelayakan usaha dan kontribusi pengelolaan hutan rakyat Koperasi Hutan Jaya Lestari, Kabupaten Konawe Selatan, Propinsi Sulawesi Tenggara. [skripsi]. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor

Sudomo A, Hani A. 2014. Produktivitas talas dibawah tiga jenis tegakan dengan sistem agroforestry di lahan hutan rakyat. Jurnal Ilmu Kehutanan. 8(2): 100-107.

Sudrajat A. 2015. Partisispasi petani dalam pengelolaan hutan rakyat lestari. [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Sutisna. 2015. Analisis finansial usaha hutan rakyat pola monokultur, campuran dan agroforestry di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis. 3(2): 124-132.

Wahyudi I, Sinaga DKD, Muhran, Jasni LB. 2014. Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan pohon dan beberapa sifat fisis-mekanis kayu jati cepat tumbuh. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 19(3): 204-210.

Widiarti A, Prajadinata. 2008. Karakteristik hutan rakyat pola kebun campuran. Jurnal Penelitian Hutan daan Konservasi Alam. 5(2): 145-156.

Widyaningsih TS, Diniyati D. 2010. Konstribusi ekonomi dan sistem pemasaran hasil hutan rakyat pola wanafarma di Majenang Cilacap. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 7(1): 55-71.

Diterbitkan

2020-12-28

Terbitan

Bagian

Articles