Kajian Empiris Tentang Ketimpangan Ekonomi Regional di Provinsi Sulawesi Selatan

Penulis

  • Sapriyadi Sapriyadi Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Kartomo Kartomo Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Muhammad Syaiful Universitas Sembilanbelas November Kolaka http://orcid.org/0000-0001-8088-4245
  • Yuyun Anggraini Universitas Sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.35914/jemma.v6i1.1804

Kata Kunci:

DAU, DAK, DBH, Ketimpangan Ekonomi Regional

Abstrak

Ketimpangan ekonomi regional di Provinsi Sulawesi Selatan masih cukup tinggi dan belum menunjukkan penurunan secara konsisten setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transfer fiskal terhadap ketimpangan ekonomi regional di Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transfer fiskal dalam bentuk dana alokasi umum (DAU) memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan ketimpangan ekonomi regional, sedangkan dana bagi hasil (DBH) berpengaruh signifikan terhadap penurunan ketimpangan ekonomi regional, adapun dana alokasi khusus (DAK) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ketimpangan ekonomi regional di Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karena itu efektivitas pengalokasian transfer fiskal sangat diperlukan terutama pada pemerataan infrastruktur dan peningkatan kuantitas serta kualitas sumberdaya manusia sehingga pada gilirannya diyakini akan berdampak pada penurunan ketimpangan ekonomi regional di Provinsi Sulawesi Selatan.

Referensi

Amusa, H., & Mabugu, R. (2016). The contribution of fiscal decentralization to regional inequality: Empirical results for South African municipalities. Economic Research Southern Africa (ERSA) Is …, April. https://econrsa.org/system/files/publications/working_papers/working_paper_597.pdf

Bojanic, A. N. (2018). The impact of fiscal decentralization on growth, inflation and inequality in the Americas. CEPAL Review, 2018(124), 57–77. https://doi.org/10.18356/31c71be8-en

BPS. (2021). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten/Kota Se Sulawesi Selatan 2016-2020. Badan Pusat Statistik. Diakses 6 Juni 2021 dari https://www.sulsel.bps.go.id/publication/download.

BPS. (2021). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten/Kota di Indonesia 2016-2020. Badan Pusat Statistik. Diakses 8 Juni 2021 dari https://www.bps.go.id/publication/download.

Bucheli, M., Rossi, M., & Amábile, F. (2018). Inequality and fiscal policies in Uruguay by race. Journal of Economic Inequality, 16(3), 389–411. https://doi.org/10.1007/s10888-017-9373-7

Carreras, Y. İ. (2016). Fiscal decentralization and inequality: The case of Spain. Regional Studies, Regional Science, 3(1), 295–302. https://doi.org/10.1080/21681376.2016.1183513

Enami, A., Lustig, N., & Taqdiri, A. (2019). Fiscal policy, inequality, and poverty in Iran: assessing the impact and effectiveness of taxes and transfers. Middle East Development Journal, 11(1), 49–74. https://doi.org/10.1080/17938120.2019.1583510

Lamba, A., Allo, P. K., & Lamba, R. A. (2019). Effect of fiscal decentralization policy of regional economic imbalances towards economy growth in Eastern Indonesia. International Journal of Social Sciences and Humanities, 3(2), 112–127. https://doi.org/10.29332/ijssh.v3n2.298

Nurman, M.A. (2013). Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Disparitas Pendapatan Regional di Indonesia Tahun 2001-2008. Jurnal Organisasi dan Manajemen, 9(1), 1-20.

Noviar. (2021). Analisis Ketimpangan Dan Klasifikasi Pembangunan Ekonomi Kabupaten/Kota Di Provinsi Banten Tahun 2016-2020. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 5(1), 24–33. https://ejournal.bappeda.bantenprov.go.id/index.php/jkpd/article/download/118/53

Pratiwi, N.L. (2017). Analisis Spasial Dana Perimbangan Terhadap Ketimpangan Pembangunan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2008-2015. Jurnal Pembangunan dan Pemerataan, 6(2).

Sapriana, H., Militina, T., & Effendi, A.S. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Bagi Hasil Serta Dana alokasi Khusus Terhadap Belanja Pembangunan dan Tingkat Kesenjangan Daerah. Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman, 3(3).

Sjafrizal. (2012). Ekonomi Wilayah dan Perkotaan. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Sjafrizal. (2018). Analisis Ekonomi Regional dan Penerapannya di Indonesia. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.

Sidik, M., Hidayat, S., & Ridwansyah, M. (2020). Dampak alokasi dana perimbangan (DAU, DAK, DBH) terhadap tingkat ketimpangan antar daerah di Provinsi Jambi Periode 2010-2019. Jurnal Paradigma Ekonomika, 15(2), 229–238. https://doi.org/10.22437/paradigma.v15i2.10325

Stossberg, S., Bartolini, D., & Blöchliger, H. (2017). Fiscal Decentralisation and Income Inequality: Empirical Evidence from OECD Countries. Jahrbucher Fur Nationalokonomie Und Statistik, 237(3), 225–273. https://doi.org/10.1515/jbnst-2017-1108

Tarigan, R. (2016). Perencanaan Pengambangan Wilayah. Jakarta: Bumi Aksara.

Zakaria, S. (2013). The Impact of Fiscal Decentralization toward Regional Inequalities in Eastern Region of Indonesia. Journal of Economics and Sustainable Development, 4(10), 74–85.

Diterbitkan

2023-03-03

Terbitan

Bagian

Articles